Dipicu Sakit Hati, Sopir di OKU Timur Nekat Habisi Nyawa Karyawan Perkebunan
Minggu, 01 September 2024 - 07:19 WIB
loading...
Kapolres OKU Timur, AKBP Kevin Leleury menujukkan bukti kasus pembunuhan yang menewaskan karyawan perkebunan di OKU Timur. Foto/Era NW
A
A
A
OKU TIMUR - Seorang pria bernama Beben Kusnadi (28) nekat menghabisi nyawa Nur Kholiq (33), seorang karyawan perkebunan sawit PT Wana Wanakarya Kehuripan (WMK), pada Jumat (30/8/2024) pagi. Insiden berdarah ini terjadi di Jalan Produksi Pekebunan Sawit PT WMK, Desa Batu Raja Bungin, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.
Pagi itu, sekitar pukul 07.00 WIB, Nur Kholiq ditemukan tewas mengenaskan dengan sejumlah luka bacokan di bagian leher, kepala, pinggang, pergelangan tangan, dan bahu kanan. Luka-luka tersebut menjadi saksi bisu atas kemarahan Beben yang memuncak akibat rasa sakit hati yang telah lama ia pendam.
Menurut Kapolres OKU Timur, AKBP Kevin Leleury, motif pembunuhan ini berakar dari rasa sakit hati tersangka yang sering dipalak oleh korban. Beben, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir, mengaku sering dimintai uang oleh Nur Kholiq, hingga lima kali kejadian. Setiap kali dipalak, Beben harus merelakan uang sebesar Rp 50 ribu.
Baca Juga: OKU Timur Geger! Pria Tewas Tergantung Depan Rumah Diduga Dipicu Percintaan
Peristiwa berdarah ini bermula saat keduanya bertemu di sebuah persimpangan Desa Bunga Mayang pada Jumat pagi itu. Saat itu, Beben yang tengah mengantarkan barang dagangan ibunya, kembali dipalak oleh Nur Kholiq. Namun kali ini, situasi semakin memanas ketika korban meludah wajah dan menantang Beben berkelahi.
Pagi itu, sekitar pukul 07.00 WIB, Nur Kholiq ditemukan tewas mengenaskan dengan sejumlah luka bacokan di bagian leher, kepala, pinggang, pergelangan tangan, dan bahu kanan. Luka-luka tersebut menjadi saksi bisu atas kemarahan Beben yang memuncak akibat rasa sakit hati yang telah lama ia pendam.
Menurut Kapolres OKU Timur, AKBP Kevin Leleury, motif pembunuhan ini berakar dari rasa sakit hati tersangka yang sering dipalak oleh korban. Beben, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir, mengaku sering dimintai uang oleh Nur Kholiq, hingga lima kali kejadian. Setiap kali dipalak, Beben harus merelakan uang sebesar Rp 50 ribu.
Baca Juga: OKU Timur Geger! Pria Tewas Tergantung Depan Rumah Diduga Dipicu Percintaan
Peristiwa berdarah ini bermula saat keduanya bertemu di sebuah persimpangan Desa Bunga Mayang pada Jumat pagi itu. Saat itu, Beben yang tengah mengantarkan barang dagangan ibunya, kembali dipalak oleh Nur Kholiq. Namun kali ini, situasi semakin memanas ketika korban meludah wajah dan menantang Beben berkelahi.
Lihat Juga :