alexametrics

Dampak Kebakaran Hutan, 7.269 Warga Riau Terjangkit ISPA

loading...
Dampak Kebakaran Hutan, 7.269 Warga Riau Terjangkit ISPA
7.269 warga Riau terpapar penyakit gangguan pernapasan atau ISPA (Inpeksi Saluran Pernapasan Akut). Foto/Banda Haruddin Tanjung
A+ A-
PEKANBARU - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau kini mengganggu kesehatan warga. Sebanyak 7.269 warga Riau terpapar penyakit gangguan pernapasan atau ISPA (Inpeksi Saluran Pernapasan Akut).

"Sampai Juli 2019 kita terdata sebanyak 7.269 warga kita terpapar kabut asap," kata Gubernur Riau Syamsuar pada Rapat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pekanbaru, Riau Jumat (2/8/2019).

Ribuan warga yang terserang ISPA terdeteksi setelah melakukan pemeriksa di puluhan puskesmas yang ada di tujuh kabupaten dan kota. Daerah paling banyak warga tekena penyakit gangguan pernapasan adalah Kota Dumai.



Rincian penderita ISPA di Riau yakni Kota Pekanbaru sebanyak 258 orang, Kabupaten Kampar 708 orang, Kabupaten Pelalawan 779 orang. Kemudian Kabupaten Bengkalis 167 penderita, Kota Dumai 5.028 penderita Kabupaten sisanya berada di Kabupaten Siak dan Rohil.

Dalam penanggulangan dan pencegahan dampak kabut asap, Dinas Kesehatan Provinsi Riau sudah membagikan sebanyak 16 masker ke pada warga Pekanbaru. Dimana dalam beberapa hari ini ibu kota Riau itu diselimuti asap.

"Di Pelalawan yang juga ada asap kemarin sudah kita distribusikan sebanyak 14.400 buah," kata Syamsuar yang juga menjabat Komadan Satgas Karhutla Riau.

Dalam Rapat Kordinasi Penanggulangan Bencana Karhutla, Riau dihadiri oleh Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo dan Kepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Foead dan unsur Forkopinda. (Baca Juga: Kebakaran Hutan, Dinkes Riau Sebar 16.000 Masker)
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak