Hendi Dorong Urban Farming Tanaman Pangan di Kota Semarang
Senin, 24 Agustus 2020 - 14:15 WIB
loading...
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau Kampung Siaga Candi Hebat di Kelurahan Lempongsari. Foto: IST
A
A
A
SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau akrab disapa Hendi mendorong urban farming tanaman pangan di ibu kota Jawa Tengah ini. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan ditengah tekanan pandemi COVID-19.
"Saya terus fokus mengupayakan ketersediaan pangan bagi warga di tengah pandemi COVID-19. Untuk itu, kegiatan produksi dan distribusi bahan pangan harus tetap berjalan," kata Hendi dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (24/8/2020).(Baca juga : Beredar Hoaks Pungutan Rp87 M, Undip Tempuh Jalur Hukum )
Menurut Hendi, untuk menjaga ketahanan pangan, tidak cukup jika hanya menitikberatkan pada masyarakat atau pemerintah. Perlu ada sinergi dan usaha mulai dari tingkat individu, rumah tangga, masyarakat, sektor privat (perusahaan), dan pemerintahan sebagai pemangku kebijakan sesuai konsep bergerak bersama yang selalu kita pakai dalam pembangunan kota Semarang selama ini.
Salah satunya upaya tersebut adalah dengan menggalakkan urban farming tanaman yang dapat dikonsumsi langsung. Hal tersebut yang mungkin dapat diakses dengan mudah oleh kalangan masyarakat. “Dan kita diuntungkan, karena bangsa kita sudah akrab dengan budaya bertani,” ujar.
Lebih lanjut Hendi mengatakan, melalui urban farming masyarakat diharapkan mampu menghasilkan ketersediaan pangan bagi keluarganya yang secara tidak langsung dapat mendukung ketahanan pangan dan pada akhirnya mampu mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Jika dalam tataran masyarakat mungkin bisa dengan memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan tidur ini untuk menjaga ketahanan pangan imbas pandemi COVID-19.
"Saya terus fokus mengupayakan ketersediaan pangan bagi warga di tengah pandemi COVID-19. Untuk itu, kegiatan produksi dan distribusi bahan pangan harus tetap berjalan," kata Hendi dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (24/8/2020).(Baca juga : Beredar Hoaks Pungutan Rp87 M, Undip Tempuh Jalur Hukum )
Menurut Hendi, untuk menjaga ketahanan pangan, tidak cukup jika hanya menitikberatkan pada masyarakat atau pemerintah. Perlu ada sinergi dan usaha mulai dari tingkat individu, rumah tangga, masyarakat, sektor privat (perusahaan), dan pemerintahan sebagai pemangku kebijakan sesuai konsep bergerak bersama yang selalu kita pakai dalam pembangunan kota Semarang selama ini.
Salah satunya upaya tersebut adalah dengan menggalakkan urban farming tanaman yang dapat dikonsumsi langsung. Hal tersebut yang mungkin dapat diakses dengan mudah oleh kalangan masyarakat. “Dan kita diuntungkan, karena bangsa kita sudah akrab dengan budaya bertani,” ujar.
Lebih lanjut Hendi mengatakan, melalui urban farming masyarakat diharapkan mampu menghasilkan ketersediaan pangan bagi keluarganya yang secara tidak langsung dapat mendukung ketahanan pangan dan pada akhirnya mampu mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Jika dalam tataran masyarakat mungkin bisa dengan memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan tidur ini untuk menjaga ketahanan pangan imbas pandemi COVID-19.
Lihat Juga :