alexametrics

Banyak Puskesmas Terisolasi, Korban Banjir Konawe Butuh Bantuan Medis

loading...
Banyak Puskesmas Terisolasi, Korban Banjir Konawe Butuh Bantuan Medis
Relawan BSMI membantu masyarakat keluar dari lokasi banjir di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Fot/dok BSMI
A+ A-
JAKARTA - Wilayah Konawe Utara adalah salah satu wilayah terdampak bencana banjir di Sulawesi Tenggara yang sulit diakses. Tim Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) melaporkan, akses ke Konawe Utara hanya bisa dilalui lewat perjalanan darat dari Kendari selama delapan jam.

"Itupun akses terhambat genangan air dan jalan berlumpur. Di beberapa wilayah di Konawe Utara, daerah terpapar banjir hanya bisa dilalui dengan rakit kayu sederhana untuk evakuasi. Sisi kanan kiri jalan dijumpai ratusan rumah dan bangunan terendam air," tutur relawan Tim BSMI, dr Idham Rahman dalam siaran pers BSMI kepada SINDOnews, Sabtu (15/6/2019).

Idham yang juga Ketua BSMI Sulawesi Tengah ini menyebutkan tim relawan BSMI untuk Banjir Sulawesi Tenggara menerjunkan relawan kesehatan bersama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Haluoleo Kendari.



Dia mengungkapkan, berdasarkan koordinasi dengan Bupati Kabupaten Konawe Utara dan Markas komando penanggulangan bencana didapatkan beberapa data terkait bencana banjir di Konawe Utara.

"Data menyebutkan di Konawe Utara terdapat 5.888 jiwa pengungsi, 1436 rumah terendam, enam titik terisolasi, 12 titik rusak parah, 19 titik rusak sedang, tujuh jembatan penghubung antarkecamatan rusak," tutur Idham.

Untuk kondisi layanan kesehatan, BSMI mendapatkan informasi tujuh puskesmas terisolasi dengan kondisi tidak ada dokter dan hanya bisa diakses dengan angkutan udara atau air, dokter umum fungsional dan tiga dokter spesialis disiagakan di RSUD dan ada satu puskesmas yang beroperasi dengan empat negara dokter.

"Saat ini yang menjadi prioritas adalah dokter yang bisa stay di pos pelayanan kesehatan, obat-obatan. Sementara logistik masih membutuhkan kebutuhan pokok sembako, air bersih untuk minum, terpal atau karpet dan selimut," tutur Idham.

Dia mengatakan, kendala utama dalam menangani korban di lokasi adalah cuaca yang masih sering hujan sehingga akses helikopter dan perahu juga terhambat.

"Akses darat yang sulit ditempuh juga membuat penyaluran logistik terutama daerah terisolasi terhambat," tuturnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak