MilkLife Soccer Challenge Bidik Calon Srikandi Sepak Bola Surabaya
Sabtu, 04 Mei 2024 - 18:27 WIB
loading...
Turnamen sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge - Surabaya Series 1 2024 digelar di Lapangan Marinir Bogowonto, Surabaya. Foto/Masdarul Kh/MPI
A
A
A
SURABAYA - Turnamen sepak bola putri "MilkLife Soccer Challenge - Surabaya Series 1 2024" yang digelar di Lapangan Marinir Bogowonto, Surabaya, telah melahirkan bakat-bakat muda potensial calon srikandi sepak bola Indonesia.
Sebanyak 58 tim dari 42 tim Kategori Usia (KU) 12 dan 16 tim KU 10 dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) maupun Sekolah Dasar (SD) di Surabaya dan sekitarnya, bertanding memperebutkan gelar juara dalam kompetisi 7 vs 7 dan berbagai uji ketangkasan melalui Skill Challenge.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengungkapkan bahwa pemilihan Surabaya sebagai tuan rumah karena dinilai sebagai lumbung bibit-bibit muda pesepak bola putri dan memiliki klub Persebaya Putri yang berprestasi.
"Djarum Foundation berkomitmen untuk menyebarkan minat dan kecintaan sepak bola putri mulai dari KU 10 dan KU 12 di Tanah Air. Surabaya menjadi titik pertama turnamen ini setelah digelar di Kudus, karena kami melihat klub berjuluk Women in Green meraih prestasi gemilang, serta cukup banyak minat dari siswi tingkat SD untuk bermain sepak bola," ungkap Yoppy.
Baca Juga: Turnamen Sepak Bola Memperingati Kemerdekaan Berubah jadi Tawuran Brutal
Sebanyak 58 tim dari 42 tim Kategori Usia (KU) 12 dan 16 tim KU 10 dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) maupun Sekolah Dasar (SD) di Surabaya dan sekitarnya, bertanding memperebutkan gelar juara dalam kompetisi 7 vs 7 dan berbagai uji ketangkasan melalui Skill Challenge.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengungkapkan bahwa pemilihan Surabaya sebagai tuan rumah karena dinilai sebagai lumbung bibit-bibit muda pesepak bola putri dan memiliki klub Persebaya Putri yang berprestasi.
"Djarum Foundation berkomitmen untuk menyebarkan minat dan kecintaan sepak bola putri mulai dari KU 10 dan KU 12 di Tanah Air. Surabaya menjadi titik pertama turnamen ini setelah digelar di Kudus, karena kami melihat klub berjuluk Women in Green meraih prestasi gemilang, serta cukup banyak minat dari siswi tingkat SD untuk bermain sepak bola," ungkap Yoppy.
Baca Juga: Turnamen Sepak Bola Memperingati Kemerdekaan Berubah jadi Tawuran Brutal
Lihat Juga :