Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda

Minggu, 16 Agustus 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Pada tanggal 4 Oktober, partai yang sama mendapat kecaman dari desa Solok, sehingga memungkinkan MS Soembing untuk menembakkan 20 granat dari jarak hanya 16 dan 12 m. Pada tanggal 26 Oktober, muncul berita bahwa sebuah kapal penjelajah yang ditempatkan di sana telah dibawa oleh empat pembajak di Saba.

Letnan kelas 1 A.P. Tadema, komandan MS Soembing, segera mengirim kapal pemerintah, Sampit, yang dikepalai oleh LJC. Cocheret de la Moriniere, dan sebuah sekoci bersenjata, di bawah komando Letnan kelas 2 C.

Beels. Mereka ditugaskan untuk merebut kembali kapal yang hilang secepat mungkin. Kapal uap Pontaniak, dipimpin oleh Letnan 1 kelas PMWT. Krayenhoff van de Leur, meninggalkan Palembang dengan misi yang sama.

Kapal-kapal itu memasuki sungai Dendang, dan dengan cepat ditembaki oleh penata yang tertangkap, namun berhasil menangkal api dengan meriam mereka.

Hal ini menyebabkan penangkapan kembali kapal penjelajah. Dalam perjalanan pulang, kapal-kapal itu kembali mendapat serangan dan seorang pelaut, De Jong, terbunuh. (Baca: Radio Tak Bersegel, Rengasdengklok dan Proklamasi Kemerdekaan RI).

Musuh terus melucuti kapal-kapal Belanda, yang berpuncak pada serangan pada tanggal 14 November saat kapal uap Ophir, dari Perusahaan Hindia Timur, mendapat tembakan berat di sebuah desa yang berjarak sekitar satu jam dari Jambi.

Pada malam tanggal 21 dan 22 November, MS Soembing juga mendapat banyak tembakan. Serangan hanya berhenti saat MS Pontaniak datang untuk membantu Soembing.

Keesokan paginya, pangkalan tempat serangan diluncurkan ditemukan dan dihancurkan, mengakhiri revolusi tersebut.

Sumber:
wikipedia
diolah dari berbagai sumber
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Rekomendasi
Bring Back My Heart...
Bring Back My Heart Jadi Pilihan Microdrama Romantis yang Seru di V+Short
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Prabowo: Mencuri Uang...
Prabowo: Mencuri Uang Rakyat, Saya Tidak Toleransi
Berita Terkini
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
Pria Tewas di Kamar...
Pria Tewas di Kamar Hotel Mewah Kuningan Jaksel, Ada Luka Tembak
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved