BBM Subsidi Menghilang, Pelaku Usaha di Kerinci Menjerit

loading...
BBM Subsidi Menghilang, Pelaku Usaha di Kerinci Menjerit
Pelaku usaha industri kecil seperti penggilingan padi dan penggilingan kopi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh menjerit. Pasalnya, mereka susah mendapatkan BBM solar subsidi di SPBU, karena pasokan sering habis. SINDOnews/Riko
A+ A-
KERINCI - Pelaku usaha industri kecil seperti penggilingan padi dan penggilingan kopi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh menjerit. Pasalnya, mereka susah mendapatkan BBM solar subsididi SPBU, karena pasokan sering habis.

Pantauan media sindonews di SPBU Pelayang Raya Kota Sungaipenuh, Jumat (14/8/2020), ratusan pemilik penggilingan padi (rice miling) dan penggilingan kopi mendatangi SPBU meminta isian BBM Solar, karena sudah 3 hari tidak bisa membeli Solar.

"Sudah tiga hari kami antre di sini, mau isi solar untuk mesin penggilingan padi. Sekarang malah solar dibatasi," kata Suparman pemilik rice miling dari Desa Tamiai Batang Merangin, Kerinci ketika ditemui di SPBU.

Ia mengeluh, solar adalah BBM untuk usaha kecilnya. Dan sekarang penggilingan padi sudah tiga hari tidak beroperasi, lantaran solar langka.

"Kita minta pemerintah dan pihak pertamina tanggap. Supaya pasokan solar untuk kebutuhan pengusaha kecil dipenuhi. Jika seperti ini terus, kerinci-sungaipenuh tidak bisa tercapai surplus beras, karena mesin kita butuh solar, dan pasokan beras daerah tetangga tidak terpenuhi," ujar Suparman.



Terpisah, Ediyanto sopir truk juga mengatakan hal yang sama. Untuk mendapatkan solar, mobilnya harus antre semalam di SPBU.

"Jika seperti ini terus, banyak kerugian kami. Mana mikir kredit dan trip angkutan tidak tercapai karena antrean semalam hingga siang," ujarnya.

Sementara Sahdiyah pemilik SPBU Pelayang Raya Kota Sungaipenuh dikonfirmasi terkait keluhan petani mengatakan, untuk pasokan BBM solar dalam perjalanan dari depot Telung Kabung, Padang. "Untuk menjawab pertanyaan masyarakat, pelaku usaha rice miling. BBM dalam pengiriman dari teluk kabung," kata Sahdiah. (Baca: DPRD Kobar Desak Pemkab Selesaikan Tapal Batas dengan 2 Kabupaten).

Anehnya, jarak tempuh depot pertamina Teluk Kabung ke Sungaipenuh sekitar 7-8 jam. Namun, setiap hari ratusan mobil dan pemilik rice miling setiap hari harus mengantre, bahkan BBM solar dan Pertalite sering habis.
(nag)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top