Kasus Dugaan Pencabulan Oknum Guru Mengaji di Makassar Naik Sidik

Rabu, 12 Agustus 2020 - 21:49 WIB
loading...
Kasus Dugaan Pencabulan...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews
A A A
MAKASSAR - Jajaran Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Makassar telah menggelar perkara dugaan pencabulan oleh guru mengaji AN terhadap murid perempuannya. Gelar perkara dilakukan, Selasa kemarin.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Ismail mengatakan, kasus kakek 60 tahun berinisial AM itu sudah memasuki tahap penyelidikan, setelah mendalami laporan dari tiga orang korban berinisial JA (9), KN (10) dan AA (9).

Baca juga: Sudah 3 Murid Melapor, Polisi Periksa Oknum Guru Ngaji Cabul Besok

"Sudah gelar perkara hasilnya kita sepakat untuk kasus itu ditingkatkan ke tahap penyidikan. Kalau itu (penetapan tersangka) belum masih panjang prosesnya. Kita masih dalami lagi," ungkap Ismail kepada SINDOnews, Rabu (12/8/2020).

Dijelaskan Ismail, belum ditetapkannya AN yang merupakan warga Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar itu sebagai tersangka, lantaran bukti permulaan belum dianggap maksimal, sebab masih ada beberapa keterangan lain, seperti hasil asesmen dan visum rumah sakit.

"Sementara masih saksi terlapor statusnya, sambil tunggu hasil pemeriksaan lain dari pemerintah (P2TP2A Makassar). Jadi belum tersangka," jelas Ismail.

Baca juga: Polisi Segera Gelar Perkara Kasus Oknum Guru Ngaji Cabuli Muridnya

Terpisah, Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar, Makmur mengungkapkan, seluruh korban saat ini tengah menjalani proses pemulihan fisik dan mental. Mereka kini telah di tempatkan di rumah Aman P2TP2A.

"Pertama itu kita bagaimana trauma healing (korban) supaya bisa cepat pulih kembali. Kita memang lakukan pendampingan. Dan ada disesuaikan dengan protap anak ini jangan ada orang banyak yang bertanya kepada mereka," jelas Makmur.

Makmur bilang, ada lima korban yang saat ini ditangani. Tiga di antaranya adalah mereka yang telah melapor secara resmi ke unit PPA Polrestabes Makassar. Ketiganya, adalah JA (9), KNF (10) dan AAM 9 (9). Makmur memastikan, kondisi merekaperlahan membaik pascapendampingan.

Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Sulsel, saat ini tengah berupaya memberikan pemahaman kepada keluarga korban lainnya agar bersuara. Proses edukasi dilakukan mendatangi langsung lingkungan korban yang pertama melapor.

Baca juga: Oknum Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya

Pihak keluarga korban lainnya, khawatir melaporkan kejadian ini. Selain menganggapnya sebagai aib, mereka juga berdalih tak punya biaya untuk membayar jasa pendamping hukum. Padahal, menurut LBH kasus ini penting agar pelaku mendapat efek jera atas perbuatannya.

"Laporan itu yang kami dapatkan. Makanya kami sangat mengharapkan dan mendorong agar yang lain ini, terbuka. Ke polisi atau kita koordinasikan juga ke P2TP2A," ujar Akifah, pendamping hukum tiga korban, saat dikonfirmasi sebelumnya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengacara Santriwati...
Pengacara Santriwati Korban Pencabulan di Pati Tolak Disogok Rp400 Juta untuk Cabut Laporan
Pendiri Ponpes Ndolo...
Pendiri Ponpes Ndolo Kusumo Pati yang Diduga Cabuli Puluhan Santriwati Ditangkap di Wonogiri!
Astaga! Suami Serahkan...
Astaga! Suami Serahkan Istrinya Disetubuhi Dukun Gegara Santet
Ini Tampang Predator...
Ini Tampang Predator Anak Laki-laki di Bekasi, Polisi: Pelaku Sehat dan Sadar Penuh!
Sahroni Desak Oknum...
Sahroni Desak Oknum Polisi yang Lecehkan Korban Pemerkosaan di NTT Ditindak Tegas
Miris! Bocah 7 Tahun...
Miris! Bocah 7 Tahun Dicabuli Teman Sebaya, Orang Tua Sebut Laporannya Ditolak Polisi
Geger! Warga Kepung...
Geger! Warga Kepung Rumah Kyai yang C4b*l1 50 Santriwati
Pesantren Harus Jadi...
Pesantren Harus Jadi Ruang Aman, Perempuan Bangsa Hadirkan Modul Anti Pencabulan
Marak Dokter Cabul,...
Marak Dokter Cabul, Penyalahgunaan Kekuasaaan hingga Krisis Etika Jadi Faktor
Rekomendasi
Parah, FIFA Angkat Tangan...
Parah, FIFA Angkat Tangan Biarkan Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS
Jennie BLACKPINK Bawakan...
Jennie BLACKPINK Bawakan Lagu Baru di Governors Ball 2026, Comeback Solo?
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
Berita Terkini
Haji Ghoni Kembali Dipercaya...
Haji Ghoni Kembali Dipercaya Pimpin Forkabi
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved