Kisah Gajah Mada Ungkap Penyesalan ke Gayatri karena Bunuh Menteri Keamanan Majapahit
Jum'at, 12 Januari 2024 - 06:00 WIB
loading...
Kolase Gajah Mada dan Gayatri Rajapatri versi AI. Foto/Instagram @ainusantara
A
A
A
Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada saat pelantikan menjadi Mahapatih Majapahit berbuntut panjang. Di momen pelantikan itu internal pejabat Kerajaan Majapahit pun berdebat dan saling bertengkar akibat misi ambisius sang mahapatih tersebut.
Bahkan karena perdebatan dan pertengkaran itu, satu pejabat istana Kerajaan Majapahit yakni menteri keamanan tewas. Sang menteri tewas dibunuh oleh Gajah Mada yang kesal dengan umpatan Saden Kembar, karena tidak setuju dengan Sumpah Palapa yang diucapkannya.
Konon pasca pembunuhan itu, Gajah Mada menyesal dan meminta maaf usai Sumpah Palapa yang diucapkannya berujung konflik di internal Kerajaan Majapahit.
Bahkan saat itu Gajah Mada menunjukkan wajah kesedihan, tetapi masih menunjukkan sifat kekeras-kepalaannya. Gajah Mada sadar membunuh sama artinya dengan melanggar ajaran etis Buddha.
Baca Juga: Momen Gayatri Panggil Gajah Mada Pasca Sumpah Palapa yang Berujung Konflik di Istana Majapahit
Alhasil, Gajah Mada sebagaimana dikisahkan pada buku "Gayatri Rajapatni : Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit", dari Earl Drake, ia dipanggil oleh Gayatri, dewan penasehat raja sekaligus ibu dari Tribhuwana Tunggadewi, sang penguasa Majapahit.
Gayatri menghendaki agar perseteruan itu diselesaikan dengan kepala dingin. Gajah Mada pun minta pengertian Gayatri, seraya menjelaskan ia pun tak memilih kekerasan untuk memecahkan sebagian besar masalah. Namun dalam dunia yang jauh dari sempurna, terkadang orang harus melanggar ajaran agama.
Bahkan karena perdebatan dan pertengkaran itu, satu pejabat istana Kerajaan Majapahit yakni menteri keamanan tewas. Sang menteri tewas dibunuh oleh Gajah Mada yang kesal dengan umpatan Saden Kembar, karena tidak setuju dengan Sumpah Palapa yang diucapkannya.
Konon pasca pembunuhan itu, Gajah Mada menyesal dan meminta maaf usai Sumpah Palapa yang diucapkannya berujung konflik di internal Kerajaan Majapahit.
Bahkan saat itu Gajah Mada menunjukkan wajah kesedihan, tetapi masih menunjukkan sifat kekeras-kepalaannya. Gajah Mada sadar membunuh sama artinya dengan melanggar ajaran etis Buddha.
Baca Juga: Momen Gayatri Panggil Gajah Mada Pasca Sumpah Palapa yang Berujung Konflik di Istana Majapahit
Alhasil, Gajah Mada sebagaimana dikisahkan pada buku "Gayatri Rajapatni : Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit", dari Earl Drake, ia dipanggil oleh Gayatri, dewan penasehat raja sekaligus ibu dari Tribhuwana Tunggadewi, sang penguasa Majapahit.
Gayatri menghendaki agar perseteruan itu diselesaikan dengan kepala dingin. Gajah Mada pun minta pengertian Gayatri, seraya menjelaskan ia pun tak memilih kekerasan untuk memecahkan sebagian besar masalah. Namun dalam dunia yang jauh dari sempurna, terkadang orang harus melanggar ajaran agama.
Lihat Juga :