Peringatan HKAN, 62 Karung Sampah Dikumpulkan Dari Pantai Bunaken
Selasa, 11 Agustus 2020 - 05:30 WIB
loading...
Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Taman Nasional Bunaken diperingati dengan melakukan aksi bersih pantai. Foto/SINDOnews/Cahya Sumirat
A
A
A
MANADO - Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Taman Nasional Bunaken , diperingati dengan melakukan aksi bersih pantai di Pantai Pasir Panjang di Bunaken , dan Pantai Tanjung Kelapa di Poopoh.
(Baca juga: Angin Kencang dan Hujan Lebat Datang Bersama Awan Mirip Tsunami )
Aksi bersih pantai ini dihadiri oleh Lantamal VIII, perangkat desa terkait, seluruh personil Balai Taman Nasional Bunaken , serta masyarakat sekitar pantai. Di Lokasi Pantai Tanjung Kelapa, acara dibuka dengan ucapan selamat datang dari Lerry Tering selaku Hukum Tua Poopoh.
Kepala Balai Taman Nasional Bunaken , Farianna Prabandari menjelaskan, kedua lokasi pantai merupakan lokasi penyu bertelur namun banyak ditemukan sampah yang berserakan terutama sampah plastik dan botol kaca.
"Musim Angin Barat Daya dan Selatan yang membawa sampah-sampah dari daerah lain menumpuk di kedua pantai ini. Total sampah yang dikumpulkan selama aksi bersih sampah yaitu 52 karung dari Pantai Tanjung Kelapa, dan 12 karung dari Pantai Pasir Panjang," ujarnya.
"Dengan dilakukan aksi bersih pantai maka akan memudahkan penyu untuk leluasa mendarat di pantai dan mencari lokasi bertelur. Kegiatan bersih sampah ini akan dijadikan program rutin Balai Taman Nasional Bunaken guna menjaga kelestarian satwa penyu," imbuh Farianna.
(Baca juga: Yakin Jadi Ketua Golkar, Lambert Jitmau Minta Pendukung Tenang )
(Baca juga: Angin Kencang dan Hujan Lebat Datang Bersama Awan Mirip Tsunami )
Aksi bersih pantai ini dihadiri oleh Lantamal VIII, perangkat desa terkait, seluruh personil Balai Taman Nasional Bunaken , serta masyarakat sekitar pantai. Di Lokasi Pantai Tanjung Kelapa, acara dibuka dengan ucapan selamat datang dari Lerry Tering selaku Hukum Tua Poopoh.
Kepala Balai Taman Nasional Bunaken , Farianna Prabandari menjelaskan, kedua lokasi pantai merupakan lokasi penyu bertelur namun banyak ditemukan sampah yang berserakan terutama sampah plastik dan botol kaca.
"Musim Angin Barat Daya dan Selatan yang membawa sampah-sampah dari daerah lain menumpuk di kedua pantai ini. Total sampah yang dikumpulkan selama aksi bersih sampah yaitu 52 karung dari Pantai Tanjung Kelapa, dan 12 karung dari Pantai Pasir Panjang," ujarnya.
"Dengan dilakukan aksi bersih pantai maka akan memudahkan penyu untuk leluasa mendarat di pantai dan mencari lokasi bertelur. Kegiatan bersih sampah ini akan dijadikan program rutin Balai Taman Nasional Bunaken guna menjaga kelestarian satwa penyu," imbuh Farianna.
(Baca juga: Yakin Jadi Ketua Golkar, Lambert Jitmau Minta Pendukung Tenang )
Lihat Juga :