Peringatan HKAN, 62 Karung Sampah Dikumpulkan Dari Pantai Bunaken

loading...
Peringatan HKAN, 62 Karung Sampah Dikumpulkan Dari Pantai Bunaken
Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Taman Nasional Bunaken diperingati dengan melakukan aksi bersih pantai. Foto/SINDOnews/Cahya Sumirat
MANADO - Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Taman Nasional Bunaken, diperingati dengan melakukan aksi bersih pantai di Pantai Pasir Panjang di Bunaken, dan Pantai Tanjung Kelapa di Poopoh.

(Baca juga: Angin Kencang dan Hujan Lebat Datang Bersama Awan Mirip Tsunami)

Aksi bersih pantai ini dihadiri oleh Lantamal VIII, perangkat desa terkait, seluruh personil Balai Taman Nasional Bunaken, serta masyarakat sekitar pantai. Di Lokasi Pantai Tanjung Kelapa, acara dibuka dengan ucapan selamat datang dari Lerry Tering selaku Hukum Tua Poopoh.

Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Farianna Prabandari menjelaskan, kedua lokasi pantai merupakan lokasi penyu bertelur namun banyak ditemukan sampah yang berserakan terutama sampah plastik dan botol kaca.



"Musim Angin Barat Daya dan Selatan yang membawa sampah-sampah dari daerah lain menumpuk di kedua pantai ini. Total sampah yang dikumpulkan selama aksi bersih sampah yaitu 52 karung dari Pantai Tanjung Kelapa, dan 12 karung dari Pantai Pasir Panjang," ujarnya.

"Dengan dilakukan aksi bersih pantai maka akan memudahkan penyu untuk leluasa mendarat di pantai dan mencari lokasi bertelur. Kegiatan bersih sampah ini akan dijadikan program rutin Balai Taman Nasional Bunaken guna menjaga kelestarian satwa penyu," imbuh Farianna.

(Baca juga: Yakin Jadi Ketua Golkar, Lambert Jitmau Minta Pendukung Tenang)



Sebelum acara ditutup, kata Farianna dilakukan pelepasanliaran 40 ekor tukik di Pantai Pasir Panjang Pulau Bunaken. Tukik ini merupakan hasil penetasan telur penyu yg ditemukan di Pantai Pasir Panjang.

Sementara itu, Letkol Hendi selaku asisten potensi maritim (Aspotmar) Lantamal VIII berharap agar masyarakat terutama generasi muda yang berada di sekitar pantai yang memiliki potensi agar menjaga lingkungan. Apalagi di lokasi bersih pantai merupakan lokasi pendaratan penyu untuk bertelur.

(Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Ledakan dan Kebakaran Pabrik Bioetanol)

"Menjaga kelestarian lingkungan dimulai dari menjaga kebersihan dan menegur teman ketika buang sampah sembarangan. Masyarakatlah yang merasakan langsung manfaat jika menjaga lingkungan," tutupnya.

Acara ini merupakan acara terpadu dengan acara HKAN di KLHK yang dipusatkan di Muara Angke Pusat dan dihadiri oleh Wakil Menteri KLHK dan para Dirjen lingkup KLHK. Dalam kesempatan tersebut diselenggarakan video conference dengan Wamen dan Dirjen KSDAE dengan Balai Taman Nasional dan BKSDA untuk melaporkan kegiatan Aksi Bersih Kawasan Konservasi.
(eyt)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top