Masuk Musim Penghujan, Wilayah Sukoharjo Masih Butuh Droping Air Bersih
Jum'at, 01 Desember 2023 - 07:45 WIB
loading...
Kekeringan masih melanda beberapa wilayah di Sukoharjo, Jawa Tengah. Droping bantuan air bersih masih tetap dibutuhkan di wilayah Desa Tawang, Kecamatan Weru. Foto/Ist
A
A
A
SUKOHARJO - Kekeringan masih melanda beberapa wilayah di Sukoharjo, Jawa Tengah meskipun Indonesia telah memasuki musim penghujan. Droping bantuan air bersih pun masih tetap dibutuhkan beberapa wilayah seperti Desa Tawang, Kecamatan Weru.
“Meskipun saat ini Indonesia secara umum telah masuk musim penghujan, namun faktanya masih ada beberapa wilayah yang belum hujan sama sekali sehingga masyarakat membutuhkan air bersih. Maka program droping air bersih ini terus kami lakukan,” ujar aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) Purnama Dhedhy Styawan di sela droping 16.000 liter air bersih di Desa Tawang, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Kamis (30/11/2023).
Baca juga: BMKG Ingatkan Ancaman Serius Krisis Air Bersih
Dhedhy mengungkapkan kekeringan berkepanjangan yang melanda Indonesia tidak bisa dilepaskan dari fenomena El Nino. Selain itu situasi ini terjadi karena adanya dampak perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrim.
“Kondisi ini akan terus terjadi jika tidak ada tindakan serius dari masyarakat global untuk meminimalkan perubahan iklim yang terjadi karena kerusakan alam yang disengaja maupun tidak disengaja,” ujarnya.
Dia pun berharap kesadaran akan kelestarian lingkungan menjadi perhatian serius berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya saat ini dibutuhkan kesadaran dan tindakan nyata dari segenap pemangku kepentingan agar kerusakan lingkungan yang memicu perubahan iklim tidak terus berlanjut.
“Meskipun saat ini Indonesia secara umum telah masuk musim penghujan, namun faktanya masih ada beberapa wilayah yang belum hujan sama sekali sehingga masyarakat membutuhkan air bersih. Maka program droping air bersih ini terus kami lakukan,” ujar aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) Purnama Dhedhy Styawan di sela droping 16.000 liter air bersih di Desa Tawang, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Kamis (30/11/2023).
Baca juga: BMKG Ingatkan Ancaman Serius Krisis Air Bersih
Dhedhy mengungkapkan kekeringan berkepanjangan yang melanda Indonesia tidak bisa dilepaskan dari fenomena El Nino. Selain itu situasi ini terjadi karena adanya dampak perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrim.
“Kondisi ini akan terus terjadi jika tidak ada tindakan serius dari masyarakat global untuk meminimalkan perubahan iklim yang terjadi karena kerusakan alam yang disengaja maupun tidak disengaja,” ujarnya.
Dia pun berharap kesadaran akan kelestarian lingkungan menjadi perhatian serius berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya saat ini dibutuhkan kesadaran dan tindakan nyata dari segenap pemangku kepentingan agar kerusakan lingkungan yang memicu perubahan iklim tidak terus berlanjut.
Lihat Juga :