Anak-anak Lega, PDPM Asahan Siapkan Ruang Belajar dan Wifi Gratis
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 16:16 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun begitu, lanjut Fachri, pihaknya tetap membatasi jumlah pelajar guna menghindari keramaian. Dalam sehari, hanya 10 sampai dengan 15 anak yang diperkenankan.
"Ini merupakan bagian dari program kerja nyata kami (Pemuda Muhammadiyah Asahan). Yaitu berupaya memberikan solusi bagi anak-anak agar tetap dapat belajar tanpa terganggu akibat tak punya paket data. Dan ini akan tetap kita lakukan, sampai anak-anak bisa belajar di sekolah seperti biasanya," ujarnya.
Fachri berharap, apa yang mereka lakukan bisa menjadi rangsangan bagi kelompok-kelompok masyarakat lainnya untuk melakukan hal serupa . (Baca juga: Kakek Residivis Pengedar Ganja di Medan Kembali Dibekuk Polisi)
Ia meyakini, bahwa ketidakmampuan pembelian gawai dan paket data internet menjadi persolan utama, khususnya bagi warga kurang mampu. (Baca juga: Maling Sepeda di Medan Babak Belur Dihajar Warga)
"Saya kira, kita semua harus mengambil tanggunjawab atas persoalan ini. Tidak hanya pemerintah saja. Seluruh komponen masyarakat harus ikut mengambil peran supaya anak-anak tetap bisa belajar untuk meraih apa yang mereka cita-citakan," tandasnya.
"Ini merupakan bagian dari program kerja nyata kami (Pemuda Muhammadiyah Asahan). Yaitu berupaya memberikan solusi bagi anak-anak agar tetap dapat belajar tanpa terganggu akibat tak punya paket data. Dan ini akan tetap kita lakukan, sampai anak-anak bisa belajar di sekolah seperti biasanya," ujarnya.
Fachri berharap, apa yang mereka lakukan bisa menjadi rangsangan bagi kelompok-kelompok masyarakat lainnya untuk melakukan hal serupa . (Baca juga: Kakek Residivis Pengedar Ganja di Medan Kembali Dibekuk Polisi)
Ia meyakini, bahwa ketidakmampuan pembelian gawai dan paket data internet menjadi persolan utama, khususnya bagi warga kurang mampu. (Baca juga: Maling Sepeda di Medan Babak Belur Dihajar Warga)
"Saya kira, kita semua harus mengambil tanggunjawab atas persoalan ini. Tidak hanya pemerintah saja. Seluruh komponen masyarakat harus ikut mengambil peran supaya anak-anak tetap bisa belajar untuk meraih apa yang mereka cita-citakan," tandasnya.
(boy)
Lihat Juga :