Bebas dari Penjara, Mantan Pimpinan Intelijen Neo Jamaah Islamiyah Pulang ke Semarang

Senin, 20 November 2023 - 09:44 WIB
loading...
Bebas dari Penjara,...
Agus Suparnoto alias Krisna (berpeci) ketika berbincang dengan Joko Priyono alias Karso di rumah Krisna wilayah Banyumanik, Kota Semarang, Jateng. Foto/MPI/Eka Setiawan
A A A
SEMARANG - Narapidana terorisme (napiter) kelompok Neo Jamaah Islamiyah (JI) Agus Suparnoto alias Krisna (48) bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Tuban, Jawa Timur, Minggu (19/11) malam.

Selepas Isya, Krisna tiba di rumahnya di wilayah Kelurahan Srondol, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Dasar pembebasannya sesuai dengan Surat Lepas nomor: W.15.PAS.PAS.25.PK.05.12-1451 ditandatangani Kepala Lapas Tuban Edi Kuhen.

Dia sebelumnya divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur tertanggal 6 Mei 2020. Dia bebas murni, hanya mendapatkan remisi 6 bulan. Penahanan pertamanya pada 18 Mei 2019 setelah Krisna ditangkap di Gresik, Jawa Timur.

Baca Juga: Mantan Napiter di Bima Diminta Makin Bijak Menyikapi Keragaman

Kedatangannya di lingkungan tempat tinggalnya disambut pihak RT maupun RW setempat. Petugas dari Unit Identifikasi Sosialisasi (Idensos) Satgas Wilayah Jateng Densus 88/Antiteror Polri menyambanginya.

Beberapa petugas dari Polda Jateng, Polrestabes Semarang maupun Polsek Banyumanik termasuk dari TNI juga terlihat di sana.

Rekan yang dulu satu kasus dengannya, yakni Joko Priyono alias Karso (51) warga Lamper, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang tampak pula tiba di rumah Krisna.

“Kami ini beda loh dengan yang aksi-aksi (bom) itu. Kami juga berbaur, biasa dengan warga di lingkungan. Contohnya saya dulu waktu ditangkap warga itu malah pada kaget (tidak percaya). Wartawan nyari jeleknya saya di masyarakat nggak ada (karena aktif bermasyarakat, bersosialisasi),” kata Karso malam itu.

Baca Juga: Cegah Paham Radikalisme Berkembang, Kemenkumham Berharap Sel Napiter Dipisah

Karso sebelumnya ditangkap Densus 88 di Caruban, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur pada Selasa (14/5/2019). Sementara Krisna ditangkap di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur pada Sabtu (18/5/2019), alias tak lama setelah Karso ditangkap.

Di organisasi Neo JI, Karso dulunya memimpin Sasana. Sementara Krisna adalah Qoid Alwi, semacam kepala intelijen. Keduanya dulu menamatkan pendidikan S1 di Kota Semarang.Malam itu, Krisna banyak mengobrol.

Dia kerap bercanda dengan tamu-tamu malam itu di rumahnya. Ada suguhan teh manis panas dan roti brownies serta makanan kecil lainnya. Malam itu juga sempat mengobrol soal Parawijayanto, amir alias pimpinan Neo JI yang kini masih menjalani pidana penjara.

“(Kalau dulu) pekerjaan utama saya ya di JI, sampingannya komputer (servis), tapi sampingannya ini lebih besar hasilnya hehehe,” kata Krisna sambil bercanda.

Sebelum dipindah ke Lapas Tuban, Krisna ditahan di Polda Metro Jaya. Dia sudah menyatakan ikrar setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ke depan, dia menyebut akan perlahan kembali memulai usahanya servis komputer maupun laptop, sesuai keahliannya.

Kepada petugas Densus, Krisna malam itu menyampaikan barang-barang bukti yang dulu ikut disita saat ditangkap, agar dikembalikan.

“Kan negara sudah melakukan law enforcement (penegakan hukum) kepada saya, saya juga sudah menjalani kewajiban menjalani vonis pidana. Sekarang hak saya dikembalikan dong. Ada 2 laptop, 15 HP jadul, 2 HP android, uang tunai sekitar Rp2,5juta, ada juga KTP, SIM. Ini bisa sedikit demi sedikit saya gunakan untuk menyambung hidup,” bebernya.

Petugas Densus yang ada di sana, mengiyakan dan akan memfasilitasi perihal barang bukti yang diminta Krisna. “Saya mau fokus ke keluarga dulu,” kata Krisna saat malam itu diberi informasi yayasan yang dibentuk dan beranggotakan mantan-mantan narapidana terorisme.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
SMAN 4 Semarang Juara...
SMAN 4 Semarang Juara Umum Festival Internasional di Thailand
Lewat Program Pestani,...
Lewat Program Pestani, Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas Melon Pantura
SMAN 4 Semarang Wakili...
SMAN 4 Semarang Wakili Indonesia di Festival Seni Internasional Thailand
Lalin Normal, One Way...
Lalin Normal, One Way Lokal di Jalan Tol Semarang Dihentikan
Mudik 2026: One Way...
Mudik 2026: One Way Diterapkan dari Cikampek Utama KM 70-Semarang Barat KM 421
KPK Sita Rumah Bupati...
KPK Sita Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Semarang
Road To Kilau Raya Kota...
Road To Kilau Raya Kota Semarang : Siap Hadirkan Pesta Rakyat Spektakuler di Lapangan Pancasila Simpang Lima
KPK Ungkap Alasan Periksa...
KPK Ungkap Alasan Periksa Mantan Menhub Budi Karya di Semarang
Rekomendasi
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Berita Terkini
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
3 Kendaraan Kecelakaan...
3 Kendaraan Kecelakaan di Tol Becakayu, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved