Gelombang Kedua, Peserta Lolos Kartu Prakerja Sebanyak 288.154 Orang
Kamis, 30 April 2020 - 13:08 WIB
loading...
Pendaftar maupun jumlah peserta yang lolos Program Kartu Prakerja di gelombang kedua meningkat. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pendaftar Program Kartu Prakerja pada gelombang kedua meningkat. Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, peserta yang lolos program tersebut menyebar dari berbagai wilayah.
Adapun gelombang kedua Kartu Prakerja yang lolos telah mencapai 288.154 orang. Pada gelombang sebelumnya, jumlah yang lolos tercatat sebanyak 168.111 orang. Sedangkan jumlah yang berhasil registrasi di laman prakerja.go.id tercatat sebanyak 8,6 juta orang.
"Gelombang kedua (Kartu Prakerja) mungkin sudah banyak sekali masyarakat yang menerima notifikasi ini jumlahnya 288.154 orang," kata Denny di Jakarta, Kamis (30/4/2020).
Dia menjelaskan, program ini telah direncanakan sejak tahun lalu sebelum adanya Covid-19. Menurutnya, program kartu Prakerja sebenarnya diperuntukkan bagi pengangguran muda. Namun, sehubungan dengan bencana wabah Covid-19 program ini diperluas fungsinya. "Tapi ada Covid-19 ini ada mandat baru menolong pekerja formal maupun informal yang terdampak. Mereka prioritas. Pengangguran muda masih ada porsi tapi kecil," jelasnya.
Denni memaparkan, program tersebut berubah dari yang awalnya meningkatkan kompetensi dan keterampilan peserta sesuai dengan kebutuhan kerja, sekarang menjadi semi bantuan sosial yang tetap memberikan pelatihan.
Adapun gelombang kedua Kartu Prakerja yang lolos telah mencapai 288.154 orang. Pada gelombang sebelumnya, jumlah yang lolos tercatat sebanyak 168.111 orang. Sedangkan jumlah yang berhasil registrasi di laman prakerja.go.id tercatat sebanyak 8,6 juta orang.
"Gelombang kedua (Kartu Prakerja) mungkin sudah banyak sekali masyarakat yang menerima notifikasi ini jumlahnya 288.154 orang," kata Denny di Jakarta, Kamis (30/4/2020).
Dia menjelaskan, program ini telah direncanakan sejak tahun lalu sebelum adanya Covid-19. Menurutnya, program kartu Prakerja sebenarnya diperuntukkan bagi pengangguran muda. Namun, sehubungan dengan bencana wabah Covid-19 program ini diperluas fungsinya. "Tapi ada Covid-19 ini ada mandat baru menolong pekerja formal maupun informal yang terdampak. Mereka prioritas. Pengangguran muda masih ada porsi tapi kecil," jelasnya.
Denni memaparkan, program tersebut berubah dari yang awalnya meningkatkan kompetensi dan keterampilan peserta sesuai dengan kebutuhan kerja, sekarang menjadi semi bantuan sosial yang tetap memberikan pelatihan.
Lihat Juga :