Heboh Warga Tak Makan Sepekan, Bupati Tapteng: Itu Bohong, Saya Siap Mundur Kalau Benar
Kamis, 30 April 2020 - 12:45 WIB
loading...
Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani mengaku siap mundur dari jabatan bupati apabila ada warganya yang pernah tidak makan beberapa hari. Foto/Ist
A
A
A
TAPANULI TENGAH - Adanya pengakuan warga Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang mengaku tidak makan beberapa hari dan jadi pemberitaan dan viral di media sosial beberapa waktu yang lalu diresposn Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.
Bupati mengaku akan lepas jabatannya jika kabar itu benar adanya."Pernah tidak makan seminggu? Itu bohong, saya siap mundur dari Bupati Tapanuli Tengah kalau pengakuan ini benar dan apa adanya," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (30/4/2020).
Menurutnya, mustahil keadaan ini terjadi apalagi di Kota Pandan. "Mereka memiliki anak dan masih tergolong muda. Suami memiliki pekerjaan di perebusan ikan. Fakta-fakta inilah yang membuat saya kurang percaya. Berbeda kalau warga tersebut di pegunungan dan jauh dari pemukiman, itupun pun mungkin terjadi hanya satu hari. Dan kalau itu ada, saya sendiri yang akan turun tangan membantunya," kata Bakhtiar.
Saat awak media menjelaskan bahwa pernyataan warga tersebut sudah dicabutnya, Bakhtiar menyatakan sudah dari awal memperkirakannya. Dia menduga ini hanya untuk mencari sensasi agar bisa dibantu.
"Saya ingatkan, jangan merasa bangga untuk dibantu. Pemerintah siap membantu warganya apabila memenuhi kriteria wajib dibantu. Saya sudah cek ke Dinas Sosial dan camat terkait tudingan kepala lingkungannya tidak menyerahkan data KK-nya. Ternyata, warga tersebut data KK-nya sudah terkirim sebelum viralnya video tersebut. Kalau disetujui oleh Pemprov Sumut itu bukan wewenang Pemkab Tapteng. Termasuk untuk masuk penerima PKH, itu penentunya Kemensos bukan Pemkab Tapteng," jelas dia.
Bupati mengaku akan lepas jabatannya jika kabar itu benar adanya."Pernah tidak makan seminggu? Itu bohong, saya siap mundur dari Bupati Tapanuli Tengah kalau pengakuan ini benar dan apa adanya," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (30/4/2020).
Menurutnya, mustahil keadaan ini terjadi apalagi di Kota Pandan. "Mereka memiliki anak dan masih tergolong muda. Suami memiliki pekerjaan di perebusan ikan. Fakta-fakta inilah yang membuat saya kurang percaya. Berbeda kalau warga tersebut di pegunungan dan jauh dari pemukiman, itupun pun mungkin terjadi hanya satu hari. Dan kalau itu ada, saya sendiri yang akan turun tangan membantunya," kata Bakhtiar.
Saat awak media menjelaskan bahwa pernyataan warga tersebut sudah dicabutnya, Bakhtiar menyatakan sudah dari awal memperkirakannya. Dia menduga ini hanya untuk mencari sensasi agar bisa dibantu.
"Saya ingatkan, jangan merasa bangga untuk dibantu. Pemerintah siap membantu warganya apabila memenuhi kriteria wajib dibantu. Saya sudah cek ke Dinas Sosial dan camat terkait tudingan kepala lingkungannya tidak menyerahkan data KK-nya. Ternyata, warga tersebut data KK-nya sudah terkirim sebelum viralnya video tersebut. Kalau disetujui oleh Pemprov Sumut itu bukan wewenang Pemkab Tapteng. Termasuk untuk masuk penerima PKH, itu penentunya Kemensos bukan Pemkab Tapteng," jelas dia.
Lihat Juga :