UNU Yogya Kaji Langkah Hukum Kasus 'Dosen' Cabul

Selasa, 04 Agustus 2020 - 20:41 WIB
loading...
UNU Yogya Kaji Langkah...
Pejabat UNU Yogyakarta memberikan keterangan soal kasus oknum dosen cabul BA di kampus UNU Yogyakarta Jalan Lowanu, Yogyakarta, Selasa (4/8/2020). Foto: SINDOnews/Priyo Setyawan
A A A
YOGYAKARTA - Kasus dugaan pelecehan seksual dengan modus riset swinger oleh BA berlanjut. Universitas Nadhatul Ulama (UNU) Yogyakarta yang namanya dicatut oleh BA berniat mengambil langkah untuk masalah tersebut.

Rektor UNU Yogyakarta Prof Purwo Santoso mengatakan karena membawa nama UNU maupun NU, secara institusi jelas dirugikan oleh BA. Apalagi ada yang menyudutkan UNU, seperti melindungi dan pasang badan terhadap persoalan BA.

Untuk itu UNU perlu memberikan klarifikasi. Di antaranya sebagai kampus yang mengedepankan nilai-nilai NU dan menjunjung tingi akhaqul karimah, maka segala jenis penyimpangan baik secara hukum maupun syariat serta merugikan banyak orang tidak bisa ditolerir. Sehingga UNU Yogyakarta mendorong penuh proses hukum demi kebenaran guna mewujudkan kampus anti kekerasan.

“UNU Yogyakarta juga sangat menyesalkan kejadian tersebut, karena itu membuka pusat aduan dan memberikan fasilitas pendampingan bagi para korban BA,” kata Purwo di kampus UNU Yogyakarta, Selasa (4/8/2020).(Baca juga: Pelecehan Seksual Berkedok Penelitian, Rektor UNU Yogya: BA Punya Problem Kejiwaan )

Meski menyatakan tidak akan mentolerir segala bentuk penyimpangan, terkait langkah hukum hukum yang akan ditempuh, Purwo menyebut saat ini pihaknya masih melakukan kajian, terutama mempertimbangkan dampak bagi kemaslatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ngaku Tentara saat Ditegur...
Ngaku Tentara saat Ditegur di Trotoar Depok, Pria Ini Akhirnya Minta Maaf
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Perempuan Bangsa Desak...
Perempuan Bangsa Desak Pendampingan Total Santri Korban Kekerasan Seksual Kiai di Pati
Modus Kiai Ponpes Pati...
Modus Kiai Ponpes Pati Cabuli Santriwati Terungkap: Dalih Hilangkan Penyakit hingga Kekerasan
Kasus Pencabulan Puluhan...
Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Dicabut dan Ditutup Permanen
Temui Hotman Paris,...
Temui Hotman Paris, Korban Pencabulan di Ponpes Ndolo Kusumo Pati Ungkap Intimidasi dari Keluarga Pelaku
Perjuangan Andini, Anak...
Perjuangan Andini, Anak Tukang Bengkel yang Diterima di FEB UGM dan Beasiswa Penuh
UGM Tegaskan Tidak Ada...
UGM Tegaskan Tidak Ada Penambahan Kuota Mahasiswa Baru di Jalur Mandiri 2026
Kisah Fathan Diterima...
Kisah Fathan Diterima Kuliah Gratis di UGM, Anak Penjual Kantin yang Pantang Menyerah
Rekomendasi
Head to Head Inggris...
Head to Head Inggris vs Argentina di Piala Dunia: Rivalitas 60 Tahun Kembali Memanas
4 Ciri Orang Memiliki...
4 Ciri Orang Memiliki Khodam, Benarkah Bisa Dikenali?
Tangis Istri Temon Pecah...
Tangis Istri Temon Pecah saat Pemakaman, Bisikan Perpisahan Terakhir Bikin Hati Pilu
Berita Terkini
Dilengkapi Berbagai...
Dilengkapi Berbagai Fasilitas, Gedung Sekolah Rakyat Siap Difungsikan untuk MPLS
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis HAISHEN di Utara Papua, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia
Mobil Listrik Tetap...
Mobil Listrik Tetap Masuk Pajak Progresif? Ini Penjelasan Lengkapnya
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
Pengamat Dukung Mabes...
Pengamat Dukung Mabes Polri Tangkap Pelaku Perampokan dan Penculikan WNA di Bali
Konservasi Gajah Masuk...
Konservasi Gajah Masuk Babak Baru, IUCN Apresiasi Kebijakan Menhut
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved