Arus Balik di Jalur Selatan Padat, Diprediksi Sampai Dini Hari

loading...
Arus Balik di Jalur Selatan Padat, Diprediksi Sampai Dini Hari
Arus kendaraan pemudik memadati Jalan Rancaekek menuju gerbang Tol Cileunyi. Kepadatan arus balik pemudik ini diprediksi bakal terjadi hingga dini hari. Foto/Humas Polresta Bandung
A+ A-
BANDUNG - Arus balik Libur Idul Adha di jalur selatan Jawa Barat sudah terasa sejak siang. Kendaraan para pemudik yang balik ke kota telah memadati ruas jalan di jalur selatan.

Seperti di kawasan Nagreg, Rancaekek, dan Cileunyi pada Minggu (2/8/2020) sore. Kendaraan terpaksa berjalan pelan karena padatnya arus. (BACA JUGA:Selain di Km 189, Pemudik Makan Siang di Km 108 Tol Cipali pun Viral)

Lalu lintas di Jalan Rancaekek hingga gerbang Tol Cileunyi padat oleh kendaraan dari arah timur. Jelang pintu tol, banyak warga yang hendak menumpang bus tujuan Jakarta dan sekitarnya. (BACA JUGA:Ada Pemudik Hentikan Mobil untuk Makan Siang di Bahu Tol Cipali)



Namun bus tidak boleh berhenti terlalu lama karena dapat menyebabkan antrian. Polisi menghalau bus-bus tersebut agar meninggalkan lokasi ngetem. (BACA JUGA:Arus Balik Tol Cipali Padat, Ribuan Kendaraan Antre di Gerbang Tol)

Sedangkan lalu lintas dari arah Garut hingga Cileunyi sepanjang siang ini telah ramai dilalui pemudik yang balik. Kemacetan sempat terjadi di jalur Malangbong menuju Limbangan.

Polisi memprediksi puncak arus balik di jalur selatan terjadi hingga tengah malam bahkan dini hari atau subuh.



Kasatlantas Polresta Bandung Kompol Erik Bangun Prakasa mengatakan, puncak arus balik Idul Adha 2020 di jalur selatan ke arah Bandung mulai terjadi dari pukul 11.00 WIB.

Terutama kendaraan dari arah Tasikmalaya dan Garut. "Puncaknya sore hari sampai malam. Perkiraan (kepadatan arus kendaraan terjadi) sampai tengah malam hingga dini hari," kata Erik.

Kepadatan arus kendaraan, ujar Erik, terjadi di beberapa titik, yakni kawasan Nagreg, Rancaekek depan PT Kahatex, dan menjelang gerbang Tol Cileunyi.

Namun arus lalu lintas kendaraan tetap bergerak, hanya menyebabkan perlambatan laju kendaraan. "Untuk arus kendaraan ke gerbang Tol Cileunyi semuanya lancar tapi karena frekuensinya tinggi sehingga terjadi perlambatan," ujar Kasatlantas.

Erik mengimbau masyarakat agar menghindari waktu-waktu puncak arus balik tersebut. Sebab, jika masyarakat balik secara bersamaan, kepadatan akan meningkat dan menyebabkan kemacetan.

"Tetap mematuhi protokol kesehatan, kemudian patuhi arahan petugas di lapangan, apabila membutuhkan bantuan, silakan mendekati pos pengaman yang kita dirikan," kata dia.

Sementara itu, Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Eddy Djunaedi mengatakan, peningkatan arus yang terjadi pada arus mudik maupun arus balik yang terjadi disebabkan oleh masyarakat yang memaksimalkan momen libur Idul Adha.

"Kemarin kan Idul Fitri ada imbauan nggak boleh mudik. Sekarang kan nggak ada imbauan itu. Jadi mereka memaksimalkan benar untuk libur dan pulang kampung," kata Eddy dihubungi melalui ponsel.

Eddy mengemukakan, arus mudik Idul Adha tahun ini cukup tinggi. Polisi telah menerapkan rekayasa lalu lintas melawan arus atau contra flow di Tol Jakarta-Cikampek, dari kilometer 65 hingga kilometer 47+100 Karawang.

Rekayasa itu dilakukan sejak pukul 14.00 WIB karena terjadi peningkatan volume kendaraan. Hingga pukul 17.00 WIB pun volume kendaraan masih padat, sehingga contra flow masih diberlakukan.

"Ini tadi sudah mulai ada lonjakan tinggi. Sekarang masih lumayan, masih flat, sedang lah ya, tapi kepadatan mulai ada," kata Eddy.

Eddy juga mengimbau masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan meski berada di dalam kendaraan. Jika ingin beristirahat harus di rest area, jangan di bahu jalan.
(awd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top