Sidang Oknum Pendeta Cabul di Surabaya Hadirkan Saksi Ahli Psikologi

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 10:57 WIB
loading...
Sidang Oknum Pendeta...
Juru bicara keluarga korban, Bethania di PN Surabaya, Sabtu (1/8/2020). (Foto :SINDONews/Hari Tambayong)
A A A
SURABYA - Sidang kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum Pdt HL kembali digelar tertutup di ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya dengan sistem virtual. Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan saksi ahli psikologi yang akan memaparkan kondisi kesehatan korban berinsial IW, yang tak lain jemaatnya sendiri.

Juru bicara keluarga korban, Bethania mengatakan sidang kelima ini saksi ahli psikologi akan memberikan keterangan dan memaparkan terkait kondisi korban akibat perbuatan terdakwa Pdt HL. "Saksi ini akan memaparkan secacara detail kondisi kesehatan korban setelah apa yang dilakukan terdakwa terhadap dirinya," kata Hethania, Sabtu (1/8/2020). BACA JUGA : Taman Bunga Bukit Kapur Kian Eksotik di Tengah COVID-19

Dijelaskan Bethania, dari keterangan korban IW yang masih di bawah umur perbuatan cabul yang dialaminya terjadi dalam rentang waktu tahun 2005 hingga 2009. Perbuatan tersebut dilakukan 4 hingga 5 kali dalam sepekan. "Intensitas pencabulan cukup tinggi, dan baru berkurang di tahun 2011," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, atas perbuatannya terdakwa HL dijerat Pasal 82 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara atau Pasar 264 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Sidang akan dilanjutkan Kamis depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli pidana. BACA JUGA : Ngeri! Belasan ABK Indonesia Tewas di Kapal China
(zai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anak di Bawah Umur Dibatasi...
Anak di Bawah Umur Dibatasi Main Medsos, Pramono: Demi Kebaikan Bersama
3 Anak Tersesat di Pelabuhan...
3 Anak Tersesat di Pelabuhan Priok, Pamapta Gerak Cepat Pulangkan ke Cikarang
Polisi Sebut Terapis...
Polisi Sebut Terapis Wanita Tewas di Pejaten Pernah Kerja di Bali
Terapis Tewas di Pejaten...
Terapis Tewas di Pejaten Ternyata Lamar Kerja Pakai KTP Kerabat, Kok Bisa?
Sidang Pembunuhan Anak...
Sidang Pembunuhan Anak Digelar, Keluarga Korban Tahlilal di Depan Pengadilan
Keroyok Pemuda yang...
Keroyok Pemuda yang Diduga Curi Ponsel hingga Tewas, 4 Pelaku Ditangkap, 1 Anak Bawah Umur
200 Ribu Anak Terpapar...
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, 80 Ribu di Antaranya di Bawah 10 Tahun
Komdigi Gandeng 5 Kementerian,...
Komdigi Gandeng 5 Kementerian, Siap Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
Ini Alasan Pemerintah...
Ini Alasan Pemerintah Melarang Anak Usia di Bawah 16 Tahun Mengakses Media Sosial
Rekomendasi
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Arie Untung Dorong Sepatu...
Arie Untung Dorong Sepatu Lokal Naik Kelas, Hadir di Mal Bekasi
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Berita Terkini
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved