YDSF Terjunkan Tim Khusus Kawal Penyembelihan Hewan Kurban
Kamis, 30 Juli 2020 - 17:20 WIB
loading...
YDSF bergerak untuk mendistribusikan hewan qurban ke 19 titik penurunan hewan qurban. Foto/Ist
A
A
A
SURABAYA - Tim relawan Expedisi Qurban Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) bergerak untuk mendistribusikan hewan kurban ke 19 titik penurunan hewan kurban . Tim yang terdiri dari 19 orang itu telah dibekali pengaman sesuai protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 ini diterjunkan mulai Selasa (28/7/2020).
(Baca juga: Sikat HP di Kantor Polisi, Daster Cewek Bohay Ini Juga Hasil Curian )
Ketua Panitia Expedisi Qurban YDSF, Rochmad Hidayat mengatakan, untuk menjaga keamanan dari penularan COVID-19, anggota tim yg diterjunkan ke lapangan dibekali peralatan lengkap seperti baju lengan panjang, masker, faceshield, sarung tangan, dan hand sanitizer.
"Sesuai dengan protokol penyembelihan yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama, maka kami menjalankan dengan ketat aturan itu," kata Rochmad saat melepas keberangkatan tim kurban YDSF.
Selain itu, lanjutnya, protokol kesehatan ketat juga diberlakukan bagi petugas penyembelihan di desa-desa pelosok. Di samping dibekali peralatan pengaman diri, mereka juga harus memperhatikan kondisi aman saat prosesi penyembelihan, pengulitan hingga distribusi daging. "Semua kita pantau dan tidak diperbolehkan mengumpulkan masa. Daging dikirim ke penerima door to door," tambahnya.
(Baca juga: Sikat HP di Kantor Polisi, Daster Cewek Bohay Ini Juga Hasil Curian )
Ketua Panitia Expedisi Qurban YDSF, Rochmad Hidayat mengatakan, untuk menjaga keamanan dari penularan COVID-19, anggota tim yg diterjunkan ke lapangan dibekali peralatan lengkap seperti baju lengan panjang, masker, faceshield, sarung tangan, dan hand sanitizer.
"Sesuai dengan protokol penyembelihan yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama, maka kami menjalankan dengan ketat aturan itu," kata Rochmad saat melepas keberangkatan tim kurban YDSF.
Selain itu, lanjutnya, protokol kesehatan ketat juga diberlakukan bagi petugas penyembelihan di desa-desa pelosok. Di samping dibekali peralatan pengaman diri, mereka juga harus memperhatikan kondisi aman saat prosesi penyembelihan, pengulitan hingga distribusi daging. "Semua kita pantau dan tidak diperbolehkan mengumpulkan masa. Daging dikirim ke penerima door to door," tambahnya.
Lihat Juga :