alexa snippet

Satpol PP Ciamis Amankan 20 Pasangan Mesum dan Botol Miras

Satpol PP Ciamis Amankan 20 Pasangan Mesum dan Botol Miras
Satpol PP Ciamias amankan puluhan pasangan mesum di wilayah hukumnya. Foto/Dadang Hermansyah/KORAN SINDO
A+ A-
CIAMIS - Sedikitnya 20 pasangan mesum serta puluhan botol miras berhasil diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dalam operasi penyakit masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru serta maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa 13 Desember 2016.

Puluhan pasangan bukan muhrim itu diamankan dari beberapa tempat penginapan dan beberapa rumah indekos di wilayah perkotaan Ciamis, bahkan dari pasangan mesum ini ada yang masih berusia 17 tahun diduga masih berstatus pelajar di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Ciamis dan untuk pasangan lainnya berstatus sebagai mahasiswa, dan karyawan swasta.

Sementara untuk puluhan botol miras disita dari beberapa warung di pinggir jalan raya yang sudah menjadi target operasi. Sebelumnya, juga didapat dari penghuni kos-kosan yang hendak menggelar pesta minuman keras. Operasi pekat ini juga tindak lanjut dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan prilaku para penghuni indekos.

"Operasi ini dilaksanakan menjelang Natal dan Tahun Baru sekaligus maulid nabi guna menjaga ketertiban umum, sesuai tupoksi kami operasi pekat ini sasarannya penjual minuman keras dan hal yang bersifat prostitusi atau berduaan di dalam kamar. Hasilnya memang di Ciamis masih banyak peredaran miras," jelas Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Ciamis Dedi Iwa Saputra usai operasi.

Dedi menuturkan tindak lanjut untuk pasangan mesum yang terjaring razia akan dilakukan pendataan dan dilakukan pemeriksaan. Nanti tindakannya akan ditentukan setelah pemeriksaan bisa melalui tindak pidana ringan sesuai dengan Peraturan Daerah nomor 10 tahun 2012 tentang ketertiban dan ketentraman atau dilakukan pembinaan. Pihak keluarga akan dipanggil untuk menjemput anggota keluarganya yang terjaring operasi.

"Memang untuk pasangan bukan muhrim yang ditemukan di beberapa rumah indekos kelihatannya ada yang usianya masih 17 tahun. Pelajar atau bukannya akan kita periksa dulu," katanya.

Dedi mengimbau kepada pemilik indekos agar lebih selektif dalam menentukan penghuninya, jangan asal ada penghuninya karena demi ketertiban dan ketentraman masyarakat. Operasi ini juga sebagai langkah tindak lanjut dari isu nasional untuk mengantisipasi jaringan terorisme.

"Tentu kita antisipasi itu, kepada aparat pemerintah desa setempat juga kita imbau untuk berperan aktif setidaknya bila ada tamu datang ke wilayahnya sebaiknya ditanya minimal kartu tanda penduduk atau identitas," katanya.



(mhd)
loading gif
Top