Desa Helumo dan Toto Selatan Jadi Kampung Moderasi Beragama di Bone Bolango
Kamis, 27 Juli 2023 - 12:05 WIB
loading...
Wakil Bupati Merlan S. Uloli didampingi Kakan Kemenag Sabara K. Ngou saat menghadiri kegiatan launching Kampung Moderasi Beragama. (Foto: dok Pemkab Bone Bolango)
A
A
A
BONE BOLANGO - Dua desa di Kabupaten Bone Bolango terpilih menjadi Kampung Moderasi Beragama yang dilaunching secara nasional oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, pada Rabu (26/7/2023).
Dua desa tersebut yaitu, Desa Helumo Kecamatan Suwawa dan Desa Toto Selatan Kecamatan Kabila.
Pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan S. Uloli pada kegiatan launching tersebut mengungkapkan ada tiga tantangan yang dihadapi oleh Indonesia khususnya Bone Bolango dalam menjaga Bhineka Tungga Ika, kekayaan dan pluralisme.
Pertama, berkembangnya cara pandang sikap dan praktik beragama berlebihan yang mengesampingkan martabat kemanusiaan. Kedua, berkembangnya klaim kebenaran subjektif dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama serta pengaruh kepentingan ekonomi dan politik berpotensi memicu konflik.
"Kemudian yang ketiga, berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Wabup Merlan yang juga Ketua Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Bone Bolango.
Orang nomor dua di Bone Bolango itu mengatakan, hal tersebut harus menjadi perhatian bersama agar umat beragama tidak berjarak dengan agamanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, upaya yang dapat dilakukan untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, yaitu menumbuh kembangkan sikap optimisme untuk menjaga stabilitas dan harmonisasi dalam kehidupan sosial keagamaan di Indonesia dengan tetap menjaga karakter khas bangsa Indonesia yang santun, toleran, dan saling menghargai perbedaan.
Dua desa tersebut yaitu, Desa Helumo Kecamatan Suwawa dan Desa Toto Selatan Kecamatan Kabila.
Pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan S. Uloli pada kegiatan launching tersebut mengungkapkan ada tiga tantangan yang dihadapi oleh Indonesia khususnya Bone Bolango dalam menjaga Bhineka Tungga Ika, kekayaan dan pluralisme.
Pertama, berkembangnya cara pandang sikap dan praktik beragama berlebihan yang mengesampingkan martabat kemanusiaan. Kedua, berkembangnya klaim kebenaran subjektif dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama serta pengaruh kepentingan ekonomi dan politik berpotensi memicu konflik.
"Kemudian yang ketiga, berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Wabup Merlan yang juga Ketua Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Bone Bolango.
Orang nomor dua di Bone Bolango itu mengatakan, hal tersebut harus menjadi perhatian bersama agar umat beragama tidak berjarak dengan agamanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, upaya yang dapat dilakukan untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, yaitu menumbuh kembangkan sikap optimisme untuk menjaga stabilitas dan harmonisasi dalam kehidupan sosial keagamaan di Indonesia dengan tetap menjaga karakter khas bangsa Indonesia yang santun, toleran, dan saling menghargai perbedaan.
Lihat Juga :