Kisah Maksum Jauhari, Ulama dan Pendekar Silat Legendaris NU yang Miliki Berbagai Karamah
Selasa, 11 Juli 2023 - 08:33 WIB
loading...
KH. Maksum Djauhari, ulama dan pendekar silat legendaris NU yang memiliki berbagai karamah. Foto/Ist.
A
A
A
Keberadaan Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa, yang juga diartikan sebagai pagarnya Nahdlatul Ulama (NU) dan bangsa, tak bisa lepas dari nama KH Maksum Djauhari. Ulama yang akrab disapa Gus Maksum tersebut, merupakan salah satu tokoh NU asal Kediri.
Baca juga: Ketum PBNU KH Yahya Staquf Persilakan Semua Pihak Memanfaatkan Outlet-outlet NU
Cucu pendiri Ponpes Lirboyo Kediri, KH Abdul Karim tersebut, merupakan pendiri Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa. Pria kelahiran Kanigoro, Kediri 8 Agustus 1944 ini, sejak kecil telah memiliki kelebihan dan karamah.
Dikisahkan, Gus Maksum mampu melompat dan melayang, dari satu tiang ke tiang yang lainnya di Masjid Kanigoro. Dia juga mampu berputar cepat di atas piring tanpa pecah laksana gangsing, padahal waktu itu dia belum mahir ilmu silat.
Baca juga: Mengerikan! Bocah 9 Tahun di Muna Tewas Diterkam Ular Piton saat Tertidur Pulas
Sejak kecil Gus Maksum sudah gemar lelaku batin dan belajar pencak silat, sehingga ketika beranjak dewasa dia lalu melanglang buana ke beberapa daerah di Pulau Jawa, untuk berguru ilmu silat dan kanuragan.
Selain menguasai banyak aliran silat dengan sempurna, dia juga memiliki banyak kemampuan linuwih lainnya. Sehingga namanya identik dengan dunia persilatan, tenaga dalam, dan pengobatan.
Banyak cerita yang berkembang di masyarakat, Gus Maksum pernah melempar seekor sapi seperti melempar sandal. Padahal waktu itu dia masih remaja, dan bobot angkatan yang bisa dilakukannya tidak lebih dari 20 kg.
Kisah Gus Maksum melempar seekor sapi tersebut, terjadi saat dia membantu salah seorang keluarganya, memasang sapi ke alat bajak. Ketika hendak memasang alat tersebut, tiba-tiba sapi itu mengamuk dan dengan cepat menerjang ke arah dada Gus Maksum.
Secara refleks, Gus Maksum menangkis serangan sapi tersebut, sehingga sapi itu terpelanting beberapa meter jauhnya. Apa yang terjadi, membuat semua orang yang melihatnya terheran-heran.
Baca juga: Merinding! Begini Kesaksian Korban Selamat Terseret Ombak Pantai Jembatan Panjang, Sempat Memegang Mayat
Saat kecil, dia belajar agama pada orangtuanya, KH Abdullah Jauhari di Kanigoro. Masuk SD Kanigoro (1957), lalu melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Lirboyo, namun tidak sampai tamat. Selebihnya banyak diisi dengan pengajian-pengajian di Pesantren Lirboyo.
Namanya juga sempat terdengar ke seluruh pelosok daerah, ketika menjabat Komando Penumpasan PKI dan antek-anteknya di wilayah Kediri, dan sekitarnya. Salah satu kisah yang menunjukan karamah Gus Maksum, adalah ketika bentrok dengan orang-orang PKI di Alun-alun Kediri.
Baca juga: Ketum PBNU KH Yahya Staquf Persilakan Semua Pihak Memanfaatkan Outlet-outlet NU
Cucu pendiri Ponpes Lirboyo Kediri, KH Abdul Karim tersebut, merupakan pendiri Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa. Pria kelahiran Kanigoro, Kediri 8 Agustus 1944 ini, sejak kecil telah memiliki kelebihan dan karamah.
Dikisahkan, Gus Maksum mampu melompat dan melayang, dari satu tiang ke tiang yang lainnya di Masjid Kanigoro. Dia juga mampu berputar cepat di atas piring tanpa pecah laksana gangsing, padahal waktu itu dia belum mahir ilmu silat.
Baca juga: Mengerikan! Bocah 9 Tahun di Muna Tewas Diterkam Ular Piton saat Tertidur Pulas
Sejak kecil Gus Maksum sudah gemar lelaku batin dan belajar pencak silat, sehingga ketika beranjak dewasa dia lalu melanglang buana ke beberapa daerah di Pulau Jawa, untuk berguru ilmu silat dan kanuragan.
Selain menguasai banyak aliran silat dengan sempurna, dia juga memiliki banyak kemampuan linuwih lainnya. Sehingga namanya identik dengan dunia persilatan, tenaga dalam, dan pengobatan.
Banyak cerita yang berkembang di masyarakat, Gus Maksum pernah melempar seekor sapi seperti melempar sandal. Padahal waktu itu dia masih remaja, dan bobot angkatan yang bisa dilakukannya tidak lebih dari 20 kg.
Kisah Gus Maksum melempar seekor sapi tersebut, terjadi saat dia membantu salah seorang keluarganya, memasang sapi ke alat bajak. Ketika hendak memasang alat tersebut, tiba-tiba sapi itu mengamuk dan dengan cepat menerjang ke arah dada Gus Maksum.
Secara refleks, Gus Maksum menangkis serangan sapi tersebut, sehingga sapi itu terpelanting beberapa meter jauhnya. Apa yang terjadi, membuat semua orang yang melihatnya terheran-heran.
Baca juga: Merinding! Begini Kesaksian Korban Selamat Terseret Ombak Pantai Jembatan Panjang, Sempat Memegang Mayat
Saat kecil, dia belajar agama pada orangtuanya, KH Abdullah Jauhari di Kanigoro. Masuk SD Kanigoro (1957), lalu melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Lirboyo, namun tidak sampai tamat. Selebihnya banyak diisi dengan pengajian-pengajian di Pesantren Lirboyo.
Namanya juga sempat terdengar ke seluruh pelosok daerah, ketika menjabat Komando Penumpasan PKI dan antek-anteknya di wilayah Kediri, dan sekitarnya. Salah satu kisah yang menunjukan karamah Gus Maksum, adalah ketika bentrok dengan orang-orang PKI di Alun-alun Kediri.
Lihat Juga :