Terganggu Pengeras Suara Masjid, Pensiunan Kombes Polisi Marah-marah
Rabu, 21 Juni 2023 - 20:42 WIB
loading...
Mediasi antara pensiunan kombes polisi dengan tokoh masyarakat di Gedung Serbaguna Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (21/6/2023). Foto: Istimewa
A
A
A
SEMARANG - Insiden pengeras suara masjid yang diprotes warga terjadi di Kota Semarang . Saat kejadian, warga yang diketahui sebagai pensiunan Polri berpangkat Komisaris Besar (Kombes) marah-marah dan sempat mematikan pemutar murotal dengan cara mencabut kabel stop kontak.
Informasi yang dihimpun, insiden itu terjadi pada Minggu (18/6/2023) sekira pukul 06.45 WIB di Masjid Ar Rohman, Perumahan Taman Kradenan Asri, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Saat itu ada pengajian murotal di masjid setempat.
Tiba-tiba Kombes purnawirawan bernama Marthen Lengkey yang tinggal di sebelah masjid itu marah, masuk masjid dan mencabut stop kontak pemutar murotal tersebut. Sempat dikatakan bahwa di bawah tempat itu ada gereja.
Baca juga: Rawat Kerukunan Beragama di Jateng, Ini yang Dilakukan Gubernur Ganjar Pranowo
Takmir masjid tak bisa berbuat banyak, termasuk beberapa warga yang datang karena mendengar kegaduhan. Beberapa warga sempat mencoba menenangkan, tetapi dia tetap marah-marah. Warga kemudian meninggalkan lokasi.
Informasi yang dihimpun, insiden itu terjadi pada Minggu (18/6/2023) sekira pukul 06.45 WIB di Masjid Ar Rohman, Perumahan Taman Kradenan Asri, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Saat itu ada pengajian murotal di masjid setempat.
Tiba-tiba Kombes purnawirawan bernama Marthen Lengkey yang tinggal di sebelah masjid itu marah, masuk masjid dan mencabut stop kontak pemutar murotal tersebut. Sempat dikatakan bahwa di bawah tempat itu ada gereja.
Baca juga: Rawat Kerukunan Beragama di Jateng, Ini yang Dilakukan Gubernur Ganjar Pranowo
Takmir masjid tak bisa berbuat banyak, termasuk beberapa warga yang datang karena mendengar kegaduhan. Beberapa warga sempat mencoba menenangkan, tetapi dia tetap marah-marah. Warga kemudian meninggalkan lokasi.
Lihat Juga :