Awas! 3 Daerah di Kepri Rawan Karhutla saat Puncak Musim Kemarau
Rabu, 07 Juni 2023 - 19:57 WIB
loading...
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepri, mencatat tiga daerah rawan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto/Ilustrasi
A
A
A
BATAM - Tiga daerah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), rawan terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kerawanan terjadinya karhutla ini, terjadi saat puncak musim kemarau pada bulan Juli-September 2023.
Baca juga: 700 Titik Api di Sumsel Terdeteksi Sejak Awal Tahun, Bulan Mei Terbanyak
Kepala BPBD Provinsi Kepri, Muhammad Hasbi mengatakan, tiga daerah di Kepri yang memiliki kerawanan bencana karhutla itu, yakni wilayah Kabupaten Natuna, Kabupaten Bintan, dan Kota Tanjungpinang.
"Natuna, Bintan, dan Tanjungpinang masuk daerah yang paling rawan terjadi bencana karhutla. Hal ini dikarenakan, di ketiga daerah itu masih banyak terdapat hutan kering," ujar Hasbi.
Baca juga: Warga Antusias Miliki KTA Partai Perindo Berasuransi
Sedangkan daerah lainnya di Kepri, seperti Kota Batam, Kabupaten Karimun, Kabupaten Anambas, dan Kabupaten Lingga tidak terlalu rawan karhutla, karena hutan di sana tidak sebanyak di daerah lainnya. "Tapi tetap kami mengimbau kepada pemerintah setempat untuk melakukan antisipasi," katanya.
Baca juga: 700 Titik Api di Sumsel Terdeteksi Sejak Awal Tahun, Bulan Mei Terbanyak
Kepala BPBD Provinsi Kepri, Muhammad Hasbi mengatakan, tiga daerah di Kepri yang memiliki kerawanan bencana karhutla itu, yakni wilayah Kabupaten Natuna, Kabupaten Bintan, dan Kota Tanjungpinang.
"Natuna, Bintan, dan Tanjungpinang masuk daerah yang paling rawan terjadi bencana karhutla. Hal ini dikarenakan, di ketiga daerah itu masih banyak terdapat hutan kering," ujar Hasbi.
Baca juga: Warga Antusias Miliki KTA Partai Perindo Berasuransi
Sedangkan daerah lainnya di Kepri, seperti Kota Batam, Kabupaten Karimun, Kabupaten Anambas, dan Kabupaten Lingga tidak terlalu rawan karhutla, karena hutan di sana tidak sebanyak di daerah lainnya. "Tapi tetap kami mengimbau kepada pemerintah setempat untuk melakukan antisipasi," katanya.
Lihat Juga :