Ridwan Kamil Sebut Modal Sosial Kunci Menangi Perang Lawan Corona
Selasa, 28 April 2020 - 22:45 WIB
loading...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil berbincang dengan Direktur Konten dan Regional Sindo Media, Pung Purwanto lewat Live IG Sindonews, Rabu (28/4). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A
A
A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut, modal sosial menjadi kunci sukses bangsa Indonesia dalam memenangkan perang melawan pandemi virus Corona (COVID-19) yang kini tengah melanda dunia.
Hal tersebut disampaikan Ridwan Kamil dalam Bincang Malam bertajuk PSBB dan Sekitar Kita bersama Direktur Konten dan Regional Sindo Media, Pung Purwanto yang disiarkan langsung melalui Instagram (Live IG), Rabu (28/4/2020) malam.
Dalam perbincangan yang dikemas hangat tersebut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengakui bahwa pandemi COVID-19 sebagai permasalahan yang berat untuk dihadapi. Terlebih, di tengah segala keterbatasan yang dimiliki Indonesia, termasuk Jabar.
Dia memaparkan, serangan COVID-19 tidak mengenal batasan dan golongan masyarakat. Bahkan, negara maju sekalipun kini kewalahan dalam menangani pandemi yang telah merenggut ratusan ribu nyawa di dunia ini.
"Dulu kita menyangka negara maju bisa lebih meng-handle karena mereka punya teknologi, rumah sakit, dan uang berlimpah. Tapi kenyataanya berbeda, apalagi kita tidak kaya, tidak punya modal teknologi," ungkap Kang Emil.
Hal tersebut disampaikan Ridwan Kamil dalam Bincang Malam bertajuk PSBB dan Sekitar Kita bersama Direktur Konten dan Regional Sindo Media, Pung Purwanto yang disiarkan langsung melalui Instagram (Live IG), Rabu (28/4/2020) malam.
Dalam perbincangan yang dikemas hangat tersebut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengakui bahwa pandemi COVID-19 sebagai permasalahan yang berat untuk dihadapi. Terlebih, di tengah segala keterbatasan yang dimiliki Indonesia, termasuk Jabar.
Dia memaparkan, serangan COVID-19 tidak mengenal batasan dan golongan masyarakat. Bahkan, negara maju sekalipun kini kewalahan dalam menangani pandemi yang telah merenggut ratusan ribu nyawa di dunia ini.
"Dulu kita menyangka negara maju bisa lebih meng-handle karena mereka punya teknologi, rumah sakit, dan uang berlimpah. Tapi kenyataanya berbeda, apalagi kita tidak kaya, tidak punya modal teknologi," ungkap Kang Emil.
Lihat Juga :