Kisah SK Trimurti, Pejuang Perempuan yang Dua Kali Tolak Posisi Menteri

Rabu, 05 April 2023 - 05:16 WIB
loading...
Kisah SK Trimurti, Pejuang...
SK Trimurti atau Surastri Karma Trimurti adalah contoh pejuang wanita yang sangat layak dijadikan teladan. (Ist)
A A A
SK Trimurti atau Surastri Karma Trimurti adalah contoh pejuang wanita yang sangat layak dijadikan teladan. Pasalnya, istri pengetik naskah proklamasi Sayuti Malik ini, pernah menolak jabatan menteri sebanyak dua kali.

Pertama saat ditawarkan oleh Perdana Menteri Indonesia kedua Amir Syarifuddin, di tahun 1947. Saat itu, Trimurti menolak jabatan Menteri Perburuhan pertama Indonesia yang ditawarkan kepadanya. Namun setelah dibujuk Drs Setiajid, akhirnya dia mau menerima tawaran itu.

Dalam bukunya yang berjudul SK Trimurti, Wanita Pengabdi Bangsa, karya Soebagijo IN, Trimurti menyatakan, dirinya tidak mampu menjadi menteri, karena tidak punya pengalaman menjadi menteri. "Saya merasa tidak mampu, saya belum pernah menjadi menteri," kata Trimurti, kepada Setiajid.

Mendengar jawaban Trimurti, Setiajid membalas, "Bung Karno juga belum pernah menjadi presiden." Setelah pembicaraan itu, Trimurti merenung semalaman, dan menerimanya.

Trimurti menjabat sebagai Menteri Perburuhan sejak 1947-1948, hingga meletusnya Peristiwa Madiun 1948 atau dikenal juga dengan Pemberontakan PKI Madiun 1948, yang melibatkan Amir Syarifuddin. Setelah tidak menjabat menteri, Trimurti hidup dalam kesederhanaan.

Sebenarnya, sebagai mantan menteri, dia berhak atas rumah yang layak di kawasan Menteng. Tetapi dia menolak semua fasilitas negara yang diberikan kepadanya itu, dan memilih rumah di Jalan Kramat Lontar.

Rumah sederhana itu, dipilihnya dengan alasan ingin hidup lebih dekat dengan masyarakat kampung, dan lebih dekat dengan rakyat biasa. Hal yang sangat langka terjadi pada para pejabat saat ini.

Masa tua Trimurti dihabiskan di rumah kontrakan, di kawasan Bekasi. Di "gubuknya" itu, tidak ada benda mewah dan berharga lainnya, selain lukisan bergambar Presiden Soekarno sedang menyematkan Bintang Mahaputra tingkat V kepada dirinya.

Dalam kesederhanaan itu juga, Trimurti yang lahir dari keluarga priyayi, pada Sabtu kliwon 11 Mei 1912, di Boyolali, daerah Surakarta, dari pasangan R Ng Salim Banjaransari Mangunsuromo dan RA Saparinten binti Mangunbisomo, meninggal dunia, pada usia 96 tahun. Trimurti meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta, pada Selasa 20 Mei 2008 malam.

Jenazahnya dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Jabatan menteri kedua yang ditolaknya adalah, saat ditawarkan oleh Presiden Soekarno menjadi Menteri Sosial, di tahun 1959.

Saat itu, Trimurti mengatakan, dirinya ingin fokus dengan kuliah, di Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Indonesia (UI). Penolakan ini, membuat Soekarno marah. Namun dia tidak meluapkannya seperti biasa.

"Mukanya menjadi merah, tapi dia (Soekarno) tidak menyemburkan kemarahannya seperti biasa,” kenang Trimurti. Trimurti merupakan saksi mata Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Baca: Kisah Mistis Gunung Lawu yang Dikutuk oleh Prabu Brawijaya.

Saat pembacaan proklamasi, Trimurti sempat ditawari menjadi pengerek bendera merah putih. Namun ditolak, dan dilimpahkan ke Latief Hendraningrat. Lalu dia berdiri disamping Fatmawati.

Demikian ulasan singkat Cerita Pagi kali ini tentang sosok SK Trimurti yang menolak dua kali jabatan menteri di masa awal berdirinya Republik Indonesia. Semoga dapat memberikan manfaat kepada pembaca.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Menteri dan Deretan...
Menteri dan Deretan Tokoh Daerah Bedah Transisi Ekonomi Jakarta
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Profil Nadiem Makarim,...
Profil Nadiem Makarim, Menteri Era Jokowi yang Divonis 10 Tahun Penjara
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Alex Saab, Eks Menteri...
Alex Saab, Eks Menteri Venezuela Sekutu Maduro, Diusir ke AS untuk Kedua Kalinya
Rekomendasi
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
Berita Terkini
Gugat Polda Metro, Roy...
Gugat Polda Metro, Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan Terkait Penetapan Tersangka
Rumah Sakit IHC Jember...
Rumah Sakit IHC Jember Dinilai Berhasil Hadirkan Layanan Kesehatan yang Humanis
Gerakan Solidaritas...
Gerakan Solidaritas BEM UI untuk Bencana Aceh
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Bisa Prediksi hingga 3 Hari
Cerita Pramono Kena...
Cerita Pramono Kena Tegur Istrinya Gegara Aturan Pilah Sampah, Disuruh Cuci Wadah Plastik Sambal
Bea Cukai Pantoloan...
Bea Cukai Pantoloan Gagalkan Peredaran 224 Ribu Batang Rokok Ilegal di Palu
Infografis
Ayesha Farooq, Pilot...
Ayesha Farooq, Pilot Jet Tempur Perempuan Pakistan yang Jadi Pahlawan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved