Anak Wakil Ketua DPRD Diduga Perkosa Gadis SMP, Puluhan Ibu Geruduk Polres Tuntut Penegakan Hukum
Sabtu, 04 Maret 2023 - 20:40 WIB
loading...
Puluhan ibu-ibu majelis taklim di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, menggelar demonstrasi menuntut transparansi proses hukum kasus pemerkosaan terhadap gadis SMP yang diduga melibatkan anak wakil ketua DPRD. Foto/iNews TV/Nurdin Abdullah
A
A
A
SERAM BAGIAN TIMUR - Kasus pemerkosaan terhadap seorang gadis SMP yang dilakukan oleh enam pemuda, menggemparkan warga Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Pasalnya, pemerkosaan tersebut diduga melibatkan anak wakil ketua DPRD, dan ketua partai politik.
Baca juga: Cabuli Pelajar SMA dan Merekamnya, Pria di Batam Dijebloskan Tahanan
Dinilai proses hukum terhadap enam terduga pelaku pemerkosaan tidak transparan, puluhan ibu-ibu dari majelis taklim di Kabupaten Seram Bagian Timur, mendatangi Polres Seram Bagian Timur, menuntut adanya kejelasan dalam penegakan hukum.
Dalam aksi di depan Polres Seram Bagian Timur, juga diikuti keluarga korban pemerkosaan, Ikatan Keluarga Maluku Tenggara Raya, Forum Solidaritas Pemuda, dan HMI Cabang Bula.
Baca juga: Fantastis! Gara-gara Laporan Pajak, 2 Pengusaha Yogyakarta Didenda Rp100 Miliar
Ibu-ibu majelis taklim tersebut, langsung emosi ketika tiba di depan Polres Seram Bagian Timur. Mereka menuntut ada transparansi dalam proses hukum terhadap enam terduga pelaku pemerkosaan gadis SMP yang masih berusia 16 tahun tersebut.
Baca juga: Cabuli Pelajar SMA dan Merekamnya, Pria di Batam Dijebloskan Tahanan
Dinilai proses hukum terhadap enam terduga pelaku pemerkosaan tidak transparan, puluhan ibu-ibu dari majelis taklim di Kabupaten Seram Bagian Timur, mendatangi Polres Seram Bagian Timur, menuntut adanya kejelasan dalam penegakan hukum.
Dalam aksi di depan Polres Seram Bagian Timur, juga diikuti keluarga korban pemerkosaan, Ikatan Keluarga Maluku Tenggara Raya, Forum Solidaritas Pemuda, dan HMI Cabang Bula.
Baca juga: Fantastis! Gara-gara Laporan Pajak, 2 Pengusaha Yogyakarta Didenda Rp100 Miliar
Ibu-ibu majelis taklim tersebut, langsung emosi ketika tiba di depan Polres Seram Bagian Timur. Mereka menuntut ada transparansi dalam proses hukum terhadap enam terduga pelaku pemerkosaan gadis SMP yang masih berusia 16 tahun tersebut.
Lihat Juga :