alexametrics

Satu Bulan Terdampak COVID-19, Penduduk Miskin Jabar Bertambah 540.000 Orang

loading...
Satu Bulan Terdampak COVID-19, Penduduk Miskin Jabar Bertambah 540.000 Orang
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/dok
A+ A-
BANDUNG - Penduduk miskin Jawa Barat per Maret 2020 menjadi 3,92 juta orang atau 7,88% dari total populasi Jawa Barat.

Jumlah penduduk miskin di Jabar, tercatat naik 1,06% atau bertambah sekitar 540.000 orang dibanding Sepetember 2019 sebanyak 3,38 juta orang.

Jumlah penduduk miskin terbanyak masih berada di perkotaan, yaitu mencapai 2,726 juta orang. Sementara sisanya ada di pedesaan, yaitu 1,194 juta. Namun, secara kenaikan lebih banyak ada di perdesaan.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Jabar Raden Gandari Adianti mengatakan, angka penduduk miskin di Jabar mengalami kenaikan pada periode September 2019 hingga Maret 2020. Kenaikan ini salah satunya terpengaruh oleh kondisi pandemi COVID-19.



"Kemiskinan di Jabar pada Maret 2020, salah satunya terpengaruh oleh COVID 19. Walaupun kasus ini baru diumumkan pada Februari oleh presiden," kata dia, Rabu (15/7/2020).

Menurut dia, naiknya jumlah penduduk miskin di Jabar karena angka garis kemiskinan (alat pengukur) mengalami kenaikan.



Di mana garis kemiskinan Maret 2020 naik menjadi Rp410.988 per kapita. Sebelumnya pada sepetember 2019, angka garis kemiskinan sebesar Rp399.000.

Penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan, akan masuk kategori penduduk miskin. (Baca juga: Denda Tak Bermasker, Urgensitas atau Formalitas?)

Komoditi yang menyebabkan naiknya garis kemiskinan yaitu harga beras, rokok filter, kopi, daging ayam ras. Sedangkan komoditi bukan makanan yaitu harga perumahan, brain, listrik, pendidikan, perlengkapan mandi.

"Penyebab kemiskinan karena ekonomi Jabar pada triwulan 1 melambat jadi jadi 2,7%. Kemiskinan di pedesaan juga lebih tinggi, karena nilai tukar petani turun 6,84 poin dibanding september 2019," jelas dia.
(boy)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak