Tegur Pembeli hingga Pakai Nampan, Ini Protokol Kesehatan di Toko Kelontong

Jum'at, 19 Juni 2020 - 17:53 WIB
“Tetap harus diingatkan. Kita tidak tahu apakah mereka termasuk orang tanpa gejala (OTG) yang dia tidak sakit namun bisa menularkan. Jangan sampai karena satu pembeli yang lalai akan berdampak pada kita,” ucapnya.

Risma meminta para pedagang pun terus berinovasi di tengah keterbatasan yang dihadapi. Bahkan, saat melayani konsumen, pedagang lebih aktif lagi dalam menjelaskan produk yang dibutuhkan pembeli. Risma juga meminta diusahakan agar sebisa mungkin konsumen tidak memegang barang jualannya. Termasuk saat transaksi pembayaran tidak boleh ada kontak fisik, meletakkan uang pun menggunakan nampan.

“Jadi mohon maaf jangan dipegang nggih. Seperti itu, kalau mengingatkan yang sopan. Atau bila perlu diberi tulisan dilarang memegang," tegasnya.(Baca juga : Razia Gabungan COVID-19, Ini Temuan di Diskotik dan Karaoke )

Ketika toko kelontong ramai pembeli, maka mereka wajib antre di luar toko sembari menunggu giliran. Hal tersebut dilakukan agar physical distancing di toko kelontong tetap terjaga. “Kalau misalkan kita di dalam koperasi rusun, antre di rusun juga tidak apa-apa agar tidak ada yang terkena. Intinya agar tidak berjubel,” katanya.
(nun)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!