Tegur Pembeli hingga Pakai Nampan, Ini Protokol Kesehatan di Toko Kelontong

Jum'at, 19 Juni 2020 - 17:53 WIB
loading...
Tegur Pembeli hingga...
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika menyampaikan protokol kesehatan di kebiasaan baru pada para pengelola toko kelontong. FOTO : SINDOnews/Aan Haryono
A A A
SURABAYA - Para pedagang di pasar tradisional dan kelontong memiliki potensi dalam penularan COVID-19. Protokol kesehatan pun harus dilakukan dengan tegas, termasuk para pedagang yang bisa menegur pembeli ketika tidak memakai masker.

Hal itu disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika video conference dengan ratusan pedagang toko kelontong se-Surabaya untuk mensosialisasikan Perwali nomor 28 tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi COVID-19.

Risma mengajak kepada 876 pengelola toko kelontong yang terletak di 31 kecamatan agar tertib dan displin dalam menjalankan perwali. Baik yang terletak di perkampungan maupun toko kelontong yang ada di rumah susun (rusun).

“Karena itu kita tidak boleh ceroboh dan meremehkan. Tapi kita tidak boleh takut. Kita tidak boleh sembrono. Kalau perlu pakai face shield selain pakai masker. Jadi lebih melindungi pedagang dan pembeli,” kata Risma, Jumat (19/6/2020).

Dia melanjutkan, pihaknya juga meminta warga untuk terus menegakkan protokol kesehatan. Misalnya penjual atau pengelola toko kelontong wajib menyediakan tempat cuci tangan di depan toko sebelum pembeli masuk. Selain itu, pihaknya juga menekankan agar di bagian kasir diberi pembatas plastik agar ada sekat antara pedagang dan pembeli.

Tidak hanya itu, wali kota perempuan pertama ini mengungkapkan setelah pedagangnya disiplin, maka dia wajib mengingatkan kepada konsumen apabila ada yang tidak patuh pada protokol kesehatan seperti tidak mengenakan masker. Menyampaikannya pun bisa dilakukan dengan cara sopan dan halus.

“Tetap harus diingatkan. Kita tidak tahu apakah mereka termasuk orang tanpa gejala (OTG) yang dia tidak sakit namun bisa menularkan. Jangan sampai karena satu pembeli yang lalai akan berdampak pada kita,” ucapnya.

Risma meminta para pedagang pun terus berinovasi di tengah keterbatasan yang dihadapi. Bahkan, saat melayani konsumen, pedagang lebih aktif lagi dalam menjelaskan produk yang dibutuhkan pembeli. Risma juga meminta diusahakan agar sebisa mungkin konsumen tidak memegang barang jualannya. Termasuk saat transaksi pembayaran tidak boleh ada kontak fisik, meletakkan uang pun menggunakan nampan.

“Jadi mohon maaf jangan dipegang nggih. Seperti itu, kalau mengingatkan yang sopan. Atau bila perlu diberi tulisan dilarang memegang," tegasnya.(Baca juga : Razia Gabungan COVID-19, Ini Temuan di Diskotik dan Karaoke )

Ketika toko kelontong ramai pembeli, maka mereka wajib antre di luar toko sembari menunggu giliran. Hal tersebut dilakukan agar physical distancing di toko kelontong tetap terjaga. “Kalau misalkan kita di dalam koperasi rusun, antre di rusun juga tidak apa-apa agar tidak ada yang terkena. Intinya agar tidak berjubel,” katanya.
(nun)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspada! Ini 4 Faktor...
Waspada! Ini 4 Faktor Pemicu Lonjakan Kasus COVID-19 di saat Mudik
Kasus COVID-19 Melonjak,...
Kasus COVID-19 Melonjak, Siloam Hospitals Tingkatkan Kapasitas Layanan
Kluster Minimarket di...
Kluster Minimarket di Sulut Menggila, Kasus COVID-19 Bertambah 39 Orang
Cegah Penyebaran COVID-19,...
Cegah Penyebaran COVID-19, Polda Jatim Kerahkan Pasukan di Zona Merah Bangkalan
Pembelajaran Tatap Muka...
Pembelajaran Tatap Muka Sudah Dimulai di Kabupaten Serang
Gelar Riset, SBM ITB...
Gelar Riset, SBM ITB Sebut Standar Protokol Kesehatan Gojek Paling Tinggi
Dramatis! Polisi Kejar-Kejaran...
Dramatis! Polisi Kejar-Kejaran Tangkap Gengster di Surabaya, 3 Remaja Diamankan
Kecelakaan Mengerikan!...
Kecelakaan Mengerikan! Kontainer Jatuh Timpa Pemotor di Surabaya
Ribuan Pemudik Tiba...
Ribuan Pemudik Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya
Rekomendasi
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
Biar Anak Nyaman ke...
Biar Anak Nyaman ke Dokter Gigi, Medikids Serpong Hadirkan Beragam Fasilitas
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Berita Terkini
Sinergi Adev Natural...
Sinergi Adev Natural Indonesia dan Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijriah
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Polda Metro Jaya Ungkap...
Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Hanania Travel Sudah Bermasalah Sejak 2023
Terluka saat Hadang...
Terluka saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen: Darah Saya untuk Perjuangan
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved