Siasat Pelaku Bisnis Kopi di Tengah Pandemi COVID-19

Jum'at, 19 Juni 2020 - 15:57 WIB
Aga sendiri sekitar lima tahun memutuskan keluar dari pekerjaannya dan mulai berbisnis kopi. Dia membuka kedai Dua Kopi hingga kemudian bisa ekspansi ke Washington DC. Dia berharap, melalui bisnis kopinya (sociopreneur) bisa dapat membantu banyak unit ekonomi, misalnya petani dan UMKM.

"Dari sebuah penelitian menyebutkan, ada tiga jenis usaha yang akan booming dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan. Pertama adalah pusat kebugaran, Kedua, makanan kesehatan dan ketiga adalah hospitality, termasuk didalamnya kafe," terangnya.

(Baca juga: Polisi Selidiki Raibnya Rp5 Miliar Milik Nasabah BMT Insan Mandiri )

Dia mengungkapkan, saat akan membuka cabang di Amerika Serikat (AS), dirinya melakukan riset dan menemukan celah untuk bisa masuk serta bersaing di sana. Dalam risetnya diketahui bahwa, kedai kopi di negeri Paman Sam itu tidak selalu menjaga kualitas dengan menerapkan standar produksi ketat.

"Hal ini besar kemungkinan karena banyaknya konsumen. Sehingga mereka lebih mengutamakan layanan kecepatan. Akibatnya, standar kualitasnya tidak begitu diperhatikan," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!