Vaksinasi Dosis Kedua di Sulsel Butuh Intervensi Pemerintah

Kamis, 06 Januari 2022 - 11:04 WIB
“Banyak juga yang jadi kendala besar kita saat skrining. Jadi misalnya ada 10 yang datang terus skrining hanya empat orang yang bisa divaksin karena naik tensinya,” sambungnya.

Arman juga mengungkapkan, masih ada petugas skrining yang belum memahami betul mekanismenya. Misalnya, kata dia, ada yang seharusnya bisa divaksin tetapi dianggap rawan karena tidak samanya persepsi mengenai batasan tekanan darah.

“Contoh kan boleh divaksin kalau tensinya di bawah 180. Tapi yang kurang paham baru 160 dia sudah takutmi. Tapi itu akan kita perbaiki ke depan,” janjinya.

Baca Juga: Menko Airlangga Target Vaksinasi Anak Rampung di Kuartal I Tahun 2022

Arman menambahkan sejauh ini masih ada sejumlah daerah yang realisasi vaksinasinya masih rendah. Misalnya di Jeneponto yang realisasi dosis pertamanya masih 54,35 persen dan dosis kedua 22,01 persen.

Selain Jeneponto, juga ada Luwu Utara yang realsiasinya masih di bawah 60 persen, yakni baru 58,73 untuk dosis pertama dan 24,90 untuk dosis kedua.

“Inilah daerah-daerah yang akan diintervensi untuk segera meningkatkan capaian vaksinasinya. Secara umum semua daerah tetap kita dorong untuk terus menggenjot vaksinasi,” pungkasnya.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!