Ratusan Rumah di Jember Terendam Banjir, Warga Mengungsi ke Balai Desa
Kamis, 11 November 2021 - 03:13 WIB
Banjir di Jember. Foto: Istimewa/BNPB
JAKARTA - Ratusan rumah terendam banjir, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tadi malam. Ratusan warga pun mulai mengungsi ke balai desa, karena debit air yang semakin tinggi.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan, ada 200 warga yang mengungsi di Balai Desa Pondok Joyo.
"Data itu didapat dari BPBD Jember pukul 19.55 WIB," Abdul Muhari melalui keterangan resminya, Rabu (10/11/2021).
Baca juga: Banjir Rob Terjang Puluhan Rumah di Desa Rajik Bangka Selatan, Warga Terpaksa Mengungsi
Berdasarkan laporan yang diterima, daerah yang terdampak banjir tersebar di Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Desa Pondok Joyo, Desa Pondok Dalem di Kecamatan Semboro, Desa Kramat Sukoharjo di Kecamatan Tanggul, dan Desa Gelang di Kecamatan Sumberbaru.
Adapun, ketinggian air pada saat banjir berkisar antara 30 sampai 70 centi meter. Muhari meminta, warga tetap waspada terhadap tanah longsor. Sebab, terdapat laporan tanah di daerah tersebut labil dan berpotensi menyebabkan longsor.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan, ada 200 warga yang mengungsi di Balai Desa Pondok Joyo.
"Data itu didapat dari BPBD Jember pukul 19.55 WIB," Abdul Muhari melalui keterangan resminya, Rabu (10/11/2021).
Baca juga: Banjir Rob Terjang Puluhan Rumah di Desa Rajik Bangka Selatan, Warga Terpaksa Mengungsi
Berdasarkan laporan yang diterima, daerah yang terdampak banjir tersebar di Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Desa Pondok Joyo, Desa Pondok Dalem di Kecamatan Semboro, Desa Kramat Sukoharjo di Kecamatan Tanggul, dan Desa Gelang di Kecamatan Sumberbaru.
Adapun, ketinggian air pada saat banjir berkisar antara 30 sampai 70 centi meter. Muhari meminta, warga tetap waspada terhadap tanah longsor. Sebab, terdapat laporan tanah di daerah tersebut labil dan berpotensi menyebabkan longsor.
Lihat Juga :