Bule Argentina Tak Malu Jualan Kebab di Pinggir Jalan, Padahal Istrinya Dokter
Senin, 01 Februari 2021 - 11:57 WIB
“Harga kebab mini Rp5.000, yang besar Rp10 ribu, nasi kebuli per bungkus Rp10 ribu. Semua bahannya ini saya buat sendiri,” ujar Umar yang sudah menjadi mualaf sejak 2013 saat masih di Argentina.
Ia mengaku tidak malu berjualan kebab di pinggir jalan menggunakan motor meski istrinya seorang dokter. Bahkan ia mengaku mertua dan istri mendukung atas usaha kulinernya ini.
Baca juga: Diduga Selingkuh dengan Pria Idalam Lain, Wanita di Deli Serdang Dibakar Suami
“Ngapain malu, gengsi. Daripada maling atau mencuri. Mertua saya dan istri mendukung. Yang penting halal dan barokah. Cita cita saya nanti jika usaha saya laris akan menbuat food truck. Semoga saja kesampaian.. bismilllah,” suami dr Aulia ini.
Umar berjualan setiap hari mulai pukul 06.00 WIB sampai sore hari dan mangkal di depan lapangan tugu Istana Kuning. “Sehari paling sepi 20 kebab terjual, kalau rame bisa 30 kebab. Nasi kebuli sekitar 20-25 bungkus,” ujar ayah Maryam yang beumur 1 tahun.
Ia mengaku tidak malu berjualan kebab di pinggir jalan menggunakan motor meski istrinya seorang dokter. Bahkan ia mengaku mertua dan istri mendukung atas usaha kulinernya ini.
Baca juga: Diduga Selingkuh dengan Pria Idalam Lain, Wanita di Deli Serdang Dibakar Suami
“Ngapain malu, gengsi. Daripada maling atau mencuri. Mertua saya dan istri mendukung. Yang penting halal dan barokah. Cita cita saya nanti jika usaha saya laris akan menbuat food truck. Semoga saja kesampaian.. bismilllah,” suami dr Aulia ini.
Umar berjualan setiap hari mulai pukul 06.00 WIB sampai sore hari dan mangkal di depan lapangan tugu Istana Kuning. “Sehari paling sepi 20 kebab terjual, kalau rame bisa 30 kebab. Nasi kebuli sekitar 20-25 bungkus,” ujar ayah Maryam yang beumur 1 tahun.
Lihat Juga :