Demo Tolak Omnibus Law, Mahasiswa Bakar Kemenyan di DPRD Sampang

Jum'at, 09 Oktober 2020 - 23:22 WIB
Menurut Hatman, mahasiswa menolak keras UU Cipta Kerja karena sangat merugikan kaum buruh dan banyak menguntungkan pengusaha.

"Kami PMII bersama Formasa Sampang mengajak semua elemen masyarakat, khususnya anggota DPRD Sampang untuk menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi Undang-undang.Kami juga mengajak mereka menandatangani petisi penolakan Undang-undang tersebut," katanya.

(Baca juga: 37 Demonstran Anarkistis Reaktif Rapid Test COVID-19 )

Perwakilan mahasiswa yang berhasil menemui ketua dewan dan meminta surat perjanjian dukungan atas langkah mahasiswa yang dengan tegas menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Mereka mengirimkan surat kesepakatan penolakan atas Undang-undang Cipta Kerja DPR RI dengan ditandatangani semua ketua fraksi di DPRD Sampang.

Di tengah aksi demonstrasi, bentrok nyaris terjadi antarmahasiswa. Hal ini karena perwakilan mahasiswa yang masuk ke DPRD tidak segera keluar. Beberapa mahasiswa tidak sabar dan justru saling tuding.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!