Siswi Dicabuli Terancam DO

Kamis, 20 November 2014 - 13:01 WIB
Siswi Dicabuli Terancam...
Siswi Dicabuli Terancam DO
A A A
PASURUAN - Sudah jatuh tertimpa tangga. Ibarat pepatah, nasib sial itu dialami para siswi yang menjadi korban dugaan pencabulan yang dilakukan Ketua Komite SMPN 8 Kota Pasuruan, BH.

Belum tuntas kasus yang dilaporkan ke Polres Pasuruan Kota, mereka menghadapi ancaman dikeluarkan (drop-out/ DO) oleh pihak sekolah. Hal itu disampaikan salah satu guru kepada orang tua siswi.

“Anak saya akan dikeluarkandari sekolahjikaternyata laporan tersebut tidak benar. Ancaman ini menjadikan mentalnya semakin tertekan. Mestinya sekolah harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” kata Supiati, 44, ibu DS, salah satu siswi yang menjadi korban. Sayangnya, ancaman dropout terhadap siswa korban pencabulan ini belum bisa dikonfirmasi. Penanggung jawab SMPN 8 sengaja menutup diri dan tidak bersedia memberikan klarifikasinya.

Sejumlah wartawan yang mendatangi gedung sekolah tersebut dilarang masuk oleh petugas keamanan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pasuruan Suhardiyanto menyesalkan dugaan pencabulan yang dialami anak didik di Kota Pasuruan. Menurutnya, kejadian yang menyangkut persoalan moralitas ini tidak sepatutnya terjadi, apalagi di lingkungan sekolah. Namun, sampai sejauh mana kasus ini terjadi, dia mengatakan bakal memanggil dan meminta laporan Kepala SMPN 8.

“Kami akan telusuri dulu kejadian sebenarnya. Kalau memang terjadi pelanggaran, akan diberikan sanksi,” kata Suhardiyanto. Kasus dugaan pencabulan Ketua Komite Sekolah yang juga anggota Polres Pasuruan, BH, mengundang keprihatinan para wakil rakyat. Guna mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, tiga anggota DPRD Kota Pasuruan berinisiatif mendatangi orang tua siswa yang melapor ke petugas Polres Pasuruan Kota.

“Kami hanya ingin mengetahui dugaan tindak asusila yang dialami para siswi. Kami sangat menghormati proses hukum yang tengah berjalan dan kami tunggu hasilnya. Kami yakin, kepolisian akan memeriksa sesuaiprosedur,” kataPranoto, Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan. Pihaknya meminta semua pihak menahan diri dan memberikan kesempatan proses hukum berjalan lebih dulu.

Pihaknya justru memperta-nyakan informasi dan ancaman sekolah yang ingin menimpakan tanggung jawab terhadap siswi yang justru menjadi korban. “Jika informasi itu benar, apa dasarnya sekolah mau mengeluarkan para siswi yang sebenarnya menjadi korban. Pihak sekolah seharusnya bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” tandas Pranoto.

Arie yoenianto
(ars)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
30 menit yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
44 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
53 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
59 menit yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved