China Mendominasi Impor Jawa Timur
Rabu, 17 November 2021 - 14:14 WIB
loading...
Selama Januari - Oktober 2021, impor Jawa Timur sebesar USD21,88 miliar atau naik 35, 31 persen dibandingkan tahun lalu.Foto/ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Selama Januari - Oktober 2021, impor Jawa Timur (Jatim) sebesar USD21,88 miliar atau naik 35, 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. China menjadi negara importir tertinggi dengan nilai USD5,00 miliar atau setara 28,97 persen dari total impor.
"Disusul impor dari Amerika Serikat sebesar USD 1,21 miliar atau dengan kontribusi sebesar 7,00 persen. Kemudian dari Hongkong sebesar USD 796,99 juta atau dengan kontribusi sebesar 4,61 persen," kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Umar Sjaifudin dalam rilisnya, Rabu (17/11/2021).
Baca juga: Razia Lapas Sidoarjo, Petugas Amankan Kompor hingga Kartu Permainan
Selama Januari - Oktober 2021, nilai impor nonmigas dari kelompok negara ASEAN sebesar USD2,26 miliar. Utamanya dari Thailand dengan nilai sebesar USD763,03 juta atau dengan kontribusi 4,42 persen. Sedangkan nilai impor dari kawasan Uni Eropa sebesar USD1,14 miliar. "Utamanya dari Jerman sebesar USD 338,29 juta atau dengan kontribusi 1,96 persen," ujar Umar.
Komoditas bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON lainnya tidak dicampur, menjadi komoditas impor yang dominan di periode Januari - Oktober 2021. Komoditas ini berkontribusi 6,40 persen dengan nilai USD 1,40 miliar.
"Disusul impor dari Amerika Serikat sebesar USD 1,21 miliar atau dengan kontribusi sebesar 7,00 persen. Kemudian dari Hongkong sebesar USD 796,99 juta atau dengan kontribusi sebesar 4,61 persen," kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Umar Sjaifudin dalam rilisnya, Rabu (17/11/2021).
Baca juga: Razia Lapas Sidoarjo, Petugas Amankan Kompor hingga Kartu Permainan
Selama Januari - Oktober 2021, nilai impor nonmigas dari kelompok negara ASEAN sebesar USD2,26 miliar. Utamanya dari Thailand dengan nilai sebesar USD763,03 juta atau dengan kontribusi 4,42 persen. Sedangkan nilai impor dari kawasan Uni Eropa sebesar USD1,14 miliar. "Utamanya dari Jerman sebesar USD 338,29 juta atau dengan kontribusi 1,96 persen," ujar Umar.
Komoditas bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON lainnya tidak dicampur, menjadi komoditas impor yang dominan di periode Januari - Oktober 2021. Komoditas ini berkontribusi 6,40 persen dengan nilai USD 1,40 miliar.
Lihat Juga :