Mahasiswa Asing Belajar Tari Jawa

Kamis, 30 Oktober 2014 - 14:04 WIB
Mahasiswa Asing Belajar...
Mahasiswa Asing Belajar Tari Jawa
A A A
SURABAYA - Tari tradisional maupun kreasi baru di Jatim menarik sejumlah mahasiswa asing. Mereka yang menuntut ilmu melalui jalur beasiswa disediakan pemerintah Indonesia ini mempelajari tari kendati keluwesan belum terlihat dari mereka.

Hal ini terlihat di Kampus II Universitas Surabaya (Ubaya) Tenggilis, Jalan Kalirungkut, kemarin. Sedikitnya 12 mahasiswa asing antusias mengikuti setiap gerak yang diajarkan pelatih tari, Eka Sri Lestari.

Mahasiswa mancanegara ini berasal dari sejumlah negara. Ada Kamboja, Madagaskar, China, KoreaSelatan, Hungaria, Jepang, Slovakia, dan Jerman. “Hari ini (kemarin) mahasiswa asing belajar Tari Koko. Tari kreasi baru yang menggambarkan penghayatan tentang alam, ungkapan syukur kepada Tuhan,” kata Eka.

Alumni Fakultas Seni, Drama, Tari dan Musik (Sendra Tasik) Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Surabaya, ini sudah mengajarkan beberapa tari kepada mereka. Mahasiswa asing yang menempuh pendidikan Bahasa Indonesia selama satu semester akan diajarkan satu tari.

Lain hal yang menempuh pendidikan di Indonesia selama dua semester berhak atas pelajaran dua tari. “Tari Remo dan Bang-Bang Wetan juga diajarkan kepada mereka. Mahasiswa asing senang karena tari di Indonesia itu mengedepankan penghayatan,” ujar Eka Sri yang dulu aktif di sanggar Bina Tari Moderen Surabaya.

Banyak pendekatan harus dilakukan. Pemberian materi tari, kata Eka, tidak boleh dipaksakan. Untuk mempelajarinya, dia menggunakan banyak pendekatan, yakni bisa lewat menu kuliner tradisional Indonesia, gamelan, dan lainnya.

Dim Sopheaktra, salah seorang mahasiswa asing, mengaku senang bisa belajar tari di Indonesia. “Di sini saya belajar bahasa Indonesia. Tapi kalau diajari tari juga mau, senang,” tutur mahasiswa Norton University Thailand ini. Dim sudah dua bulan di sini mengaku salut dengan tari Indonesia yang mengedepankan penghayatan. “Kalau tari di Kamboja itu cepat,” ucapnya.

Hal berbeda dengan Michaela Fedakova yang berasal dari Slovakia. Mahasiswi berambut pirang ini serius mengikuti setiap gerakan Tari Koko.

Soeprayitno
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
3 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
5 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
5 jam yang lalu
Infografis
Dewan Penasihat Danantara...
Dewan Penasihat Danantara Diisi Tokoh Asing, Ada Mantan PM Thailand
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved