1.500 sapi ternak di Solo pemakan sampah

Selasa, 19 November 2013 - 16:39 WIB
1.500 sapi ternak di...
1.500 sapi ternak di Solo pemakan sampah
A A A
Sindonews.com - Pengawasan Dinas Pertanian Kota Solo terhadap sapi ternak yang ada di Kota Solo lemah. Buktinya, banyak sapi ternak milik warga makan sampah.

Sapi-sapi pemakan sampah itu dapat dilihat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo. Di sana ribuan sapi terlihat lahap memakan sampah.

Meningkatnya sapi pemakan sampah tersebut dibenarkan oleh petugas TPA Putri Cempo, Mulyadi. Menurutnya jumlah sapi pemakan sampah kini mencapai lebih dari 1.500 ekor.

Dari jumlah tersebut sapi yang ada cukup bervariasi yakni sapi besar hingga sapi anakan semua berada di tempat tersebut.

Menurutnya sapi tersebut memakan segala jenis sampah yang ada di TPA . Padahal, sudah pasti sampah yang ada sangat kotor, dan banyak yang sudah membusuk, sehingga berbahaya jika kemudian daging sapi-sapi itu dikonsumsi.

“Jumlahnya sangat banyak, dari ukuran kecil hingga besar semua ada, sapi-sapi tersebut juga menghalangi kendaraan ataupun alat berat yang beroperasi di TPA,” ungkapnya, Selasa (19/11/2013).

Ia mengatakan sapi-sapi tersebut kebanyakan merupakan milik warga sekitar TPA. Bahkan banyak juga sapi yang merupakan milik dari para pemulung sampah di TPA tersebut. Biasanya kata Mulyadi, para pemulung sampah menggembala sambil memulung.

Ia menegaskan meskipun demikian, pihaknya tidak bisa melarang para pemilik sapi tersebut untuk tidak menggembala di kawasan TPA. Pasalnya siapapun orang berhak masuk ke dalam TPA karena merupakan area publik.

“Kita tidak bisa melakukan pelarangan, jadinya jumlah sapi terus bertambah setiap harinya,” sambungnya.

Sementara itu Kepala Dispertan Solo Weny Ekayanti, mengatakan pihak Dispertan sebenarnya sudah memberikan himbauan kepada para pemilik sapi. Namun, para pemilik sapi tetap nekat untuk menggembalakan sapi-sapi mereka di area pembuangan sampah.

Weny menegaskan sebenarnya sapi-sapi pemakan sampah tersebut berbahaya jika dikonsumsi secara berkala. Pasalnya makanan yang ada pada tumpukan sampah tersebut mengandung zat kimia yang tidak bisa diterima pada tubuh manusia.

“Kita sudah mengajak mereka untuk memberi makan ternak secara benar, akan tetapi masyarakat masih pada nekat dan mengabaikan himbauan kami,” ucapnya.
(lns)
Berita Terkait
Gaya Wali Kota Solo...
Gaya Wali Kota Solo Pakai Masker Bergambar Kumis Tebal Jadi Viral
Wali Kota Solo Sambut...
Wali Kota Solo Sambut Perpres Terkait PPPK
Wali Kota Solo Usul...
Wali Kota Solo Usul Tahun Ajaran Baru Dimulai Januari 2021
Wali Kota Solo Resmi...
Wali Kota Solo Resmi Larang Anak Diajak ke Mal saat Pandemi COVID-19
Waspadai Ancaman Resesi,...
Waspadai Ancaman Resesi, Pemkot Solo Prioritaskan UMKM
Pemkot Solo Gelar Apel...
Pemkot Solo Gelar Apel Siaga Bencana
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
30 menit yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
44 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
53 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
59 menit yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved