Ikhlas Kerja Keras demi Satwa Dilindungi

Senin, 31 Agustus 2015 - 11:01 WIB
Ikhlas Kerja Keras demi...
Ikhlas Kerja Keras demi Satwa Dilindungi
A A A
Upaya untuk mengembangbiakkan rusa jawa (Cervus timorensis) di lokasi penangkaran hutan di Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, cukup berhasil.

Penangkaran rusa jawa yang dimulai sejak Juni 2014 itu awalnya menangkarkan 13 rusa betina dan jantan yang dikirim dari daerah Blitar. Kini, rusa jawa itu telah berkembang biak menjadi 17 ekor.

Masrap, pria paruh baya yang bertugas merawat dan menjaga rusa jawa serta kandang penangkarannya, bekerja sejak penangkaran rusa jawa itu diresmikan. Masrap memiliki tugas memberi makan, menyediakan air minum untuk rusa, dan membersihkan kandang. “Total rusa jawa yang ditangkarkan di sini ada 17 ekor. Awalnya hanya 13 ekor lalu beranak satu ekor. Bulan ini ada tambahan lagi tiga anak rusa yang lahir.

Umurnya belum genap satu bulan. Waktu awal-awal si anak rusa lahir, saya harus sering memantaunya yang kadang saya lakukan sampai malam hari,” ungkapnya. Untuk perawatan rusa jawa sendiri, Masrap mengaku tidak memiliki kesulitan berarti. Setiap harinya di pagi hari hal yang harus dia lakukan adalah membersihkan kandang dan menguras kolam air minum untuk rusa jawa. Di siang hari, Masrap bertugas memberi makan buah atau ketela untuk rusa jawa.

Sore harinya dia akan mencari rumput yang malamnya akan diberikan sebagai cadangan makanan untuk rusa-rusa yang ditangkarkan tersebut. Meski begitu, dia mengakui proses penangkaran rusa jawa ini tidak semudah yang dibayangkan. Di awal sebelum penangkaran diresmikan, dilakukan penelitian dan survei tentang kondisi alam yang cocok untuk rusa jawa, dan itu memakan waktu satu tahun. Sekarang setelah satu tahun berjalan, penangkaran rusa jawa ini juga masih memiliki kendala.

“Kalau masalah yang dihadapi sebenarnya tidak banyak. Tetapi, ada satu masalah yang saat ini sedang dihadapi, yakni saat musim kemarau seperti ini pakan rumput untuk rusa jawa sulit didapatkan. Apalagi kita tidak memiliki lahan sendiri yang khusus untuk ditanami rumput,” ujar Masrap.

Walaupun begitu, sejauh ini masalah tersebut bisa diatasinya dengan bekerja lebih keras lagi, supaya satwa langka yang dulu banyak hidup di hutan jati di Bojonegoro ini bisa terus berkembang dan bisa dilihat oleh generasi mendatang.

Muhammad Roqib
Bojonegoro
(ars)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
31 menit yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
45 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
55 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Membaca Kode Keras dalam...
Membaca Kode Keras dalam 15 Beat yang Muncul saat Kerusuhan Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved