Kembali Berdoa di Atas Makam Terendam

Senin, 25 Mei 2015 - 10:48 WIB
Kembali Berdoa di Atas...
Kembali Berdoa di Atas Makam Terendam
A A A
Tidak terasa 29 Mei nanti semburan lumpur di Porong, Sidoarjo, sudah berlangsung tepat sembilan tahun.

Hingga saat ini belum ada tanda-tanda semburan lumpur bercampur gas itu bakal berhenti. Sementara warga yang menjadi korban masih terus berjuang mendapatkan hak ganti rugi yang tak kunjung diterima penuh. Untuk mengingatkan pemerintah dan masyarakat, warga yang menjadi korban kembali menggelar ritual tabur bunga dan doa di atas kolam lumpur. Tidak lupa teatrikal digelar demi mendorong ingataan pemerintah untuk menepati janji membayar lunas ganti rugi.

Selepas subuh, warga telah berkumpul di tanggul titik 15. Sembilan orang kemudian mandi lumpur sebagai simbol belum tuntasnya penyelesaian ganti rugi untuk para korban. Mereka lalu berjalan dari tanggul ke lokasi makam Desa Siring dengan menyusuri hamparan lumpur yang mengeras. Sambil membawa bendera merah putih, satu per satu korban lumpur menabur bunga di atas pusara nenek moyang mereka yang terendam di bawah ketebalan lumpur lebih dari delapan meter itu.

“Sudah sembilan tahun ganti rugi belum selesai,” ujar Roy Ahmad, salah satu warga. Warga berharap Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan peraturan presiden (perpres) untuk mencairkan dana talangan ganti rugi bagi warga korban. Itulah satu-satunya jalan harapan yang tersisa untuk warga dari Desa Kedungbendo, Siring, Jatirejo, Renokenongo, dan desa lain, yang menjadi korban.

Rencananya pada 29 Mei nanti, warga korban lumpur akan menggelar peringatan sembilan tahun lumpur dengan doa bersama. Kemudian kapan sebenarnya warga akan menerima pelunasan ganti rugi? Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Dwinanto Hesti Prasetyo mengatakan, dana talangan pemerintah sudah ada dan tinggal menunggu perpres pencairannya.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pun telah menyelesaikan audit aset para korban yang ditangani PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ). “Kalau perpresnya sudah ada, dana talangan bisa dicairkan,” kata Dwinanto.

Abdul Rouf
Sidoarjo
(ars)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
47 menit yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
1 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
3 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
5 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
5 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved