DBH Migas Turun, Bupati Sumenep: Program Pengentasan Kemiskinan Jadi Terganggu
Kamis, 12 Januari 2023 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Jumlah yang sama juga ketika dikaitkan dengan empat wilayah di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Pembagian DBH migas untuk wilayah Madura masih jauh dari kesesuaian.
Pasalnya, dalam alokasi DBH migas yang diterima Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep pada 2023, nilainya sekadar Rp123 miliar.
Menurut Fauzi, dengan nilai Rp123 miliar, satu orang Madura hanya memperoleh Rp31.273. Seperti diketahui, jumlah penduduk Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep jika ditotal mencapai 3,9 juta.
“Kalau kita bagi, DBH migas sebesar Rp123 miliar dengan jumlah penduduk yang ada di Madura, maka satu orang hanya mendapatkan Rp31 ribuan,” kata Achmad Fauzi.
Baca: Jalan di Lokasi TPA Sarimukti Ambles, Antrean Truk Sampah Mengular.
Mengutip Badan Pusat Statistik (BPS), biaya hidup per kapita yang ada wilayah Madura jauh dari nilai DBH yang diterima per kepala. Di Bangkalan, misalnya, mencapai Rp696.199. Sementara Sampang sebesar Rp663.069, Pamekasan Rp678.583, dan Sumenep Rp1.101.593.
Pasalnya, dalam alokasi DBH migas yang diterima Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep pada 2023, nilainya sekadar Rp123 miliar.
Menurut Fauzi, dengan nilai Rp123 miliar, satu orang Madura hanya memperoleh Rp31.273. Seperti diketahui, jumlah penduduk Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep jika ditotal mencapai 3,9 juta.
“Kalau kita bagi, DBH migas sebesar Rp123 miliar dengan jumlah penduduk yang ada di Madura, maka satu orang hanya mendapatkan Rp31 ribuan,” kata Achmad Fauzi.
Baca: Jalan di Lokasi TPA Sarimukti Ambles, Antrean Truk Sampah Mengular.
Mengutip Badan Pusat Statistik (BPS), biaya hidup per kapita yang ada wilayah Madura jauh dari nilai DBH yang diterima per kepala. Di Bangkalan, misalnya, mencapai Rp696.199. Sementara Sampang sebesar Rp663.069, Pamekasan Rp678.583, dan Sumenep Rp1.101.593.
(nag)
Lihat Juga :