Pernikahan Anak di Pinrang untuk Tutupi Kejahatan, Ayah Tiri Jadi Tersangka
Sabtu, 11 Juli 2020 - 15:05 WIB
loading...
Ayah tiri yang menikahkan anaknya dengan pria berumur ditangkap Polres Pinrang, Sulsel atas tuduhan pencabulan terhadap korban. (Foto: iNews/Ichsan Anshari)
A
A
A
PINRANG - Pernikahan beda generasi di Kabupaten Pinrang, Sulsel, yang sempat viral di media sosial (medsos) , ternyata untuk menutupi aib sekaligus kejahatan. Sappe, ayah tiri pengantin perempuan ternyata menikahkan NS (12) dengan Baharuddin (44) guna menutup aksinya mencabuli sang anak tiri.
Belakangan, pernikahan anak di bawah umur itu mulai mencurigakan dan akhirnya kepolisian mengungkap kejahatan Sappe. Sang ayah tiri kini sudah ditangkap dan ditahan di Markas Polres Pinrang.
Baca Juga: Pria 44 Tahun Nikahi Gadis 12 Tahun di Pinrang, Lamaran Sempat Ditolak 2 Kali
Kasatreskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Negara mengatakan, Sappe diketahui telah mencabuli anak tirinya sejak tahun 2018 lalu. Dari hasil pemeriksaan polisi, puncak dari aksi bejat pelaku dilakukan pada bulan Juni 2020 lalu.
Saat itu, korban baru pulang menjalankan ibadah Salat Maghrib di masjid yang tak jauh dari rumahnya. “Pelaku menjemput korban dengan alasan untuk mengajak korban mengambil telur untuk dijual. Namun ajakan pelaku hanyalah tipuan belaka. Korban dibawa ke sebuah kebun untuk digauli oleh pelaku,” kata dia.
Belakangan, pernikahan anak di bawah umur itu mulai mencurigakan dan akhirnya kepolisian mengungkap kejahatan Sappe. Sang ayah tiri kini sudah ditangkap dan ditahan di Markas Polres Pinrang.
Baca Juga: Pria 44 Tahun Nikahi Gadis 12 Tahun di Pinrang, Lamaran Sempat Ditolak 2 Kali
Kasatreskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Negara mengatakan, Sappe diketahui telah mencabuli anak tirinya sejak tahun 2018 lalu. Dari hasil pemeriksaan polisi, puncak dari aksi bejat pelaku dilakukan pada bulan Juni 2020 lalu.
Saat itu, korban baru pulang menjalankan ibadah Salat Maghrib di masjid yang tak jauh dari rumahnya. “Pelaku menjemput korban dengan alasan untuk mengajak korban mengambil telur untuk dijual. Namun ajakan pelaku hanyalah tipuan belaka. Korban dibawa ke sebuah kebun untuk digauli oleh pelaku,” kata dia.
Lihat Juga :