KPU Sulteng Akui Sosialisasi Bahaya Politik Identitas ke Warga Jadi Prioritas
Jum'at, 09 Desember 2022 - 14:31 WIB
loading...
KPU Provinsi Sulawesi Tengah gencar menyosialisasikan bahaya politik identitas kepada warga. Sosialisasi ini menjadi prioritas KPU agar warga tidak terjebak pada konteks identitas. Foto Antara
A
A
A
PALU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah gencar menyosialisasikan bahaya politik identitas kepada warga. Sosialisasi ini menjadi prioritas KPU agar warga tidak terjebak pada konteks identitas dalam menentukan pilihan pada Pemilu 2024.
"Politik identitas merupakan pemanfaatan manusia secara politis yang mengutamakan kepentingan sebuah kelompok," jelas anggota KPU Sulteng Bidang Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Sahran Raden, di Palu, Kamis (8/12/2022).
Menurutnya, politik identitas menjadi satu tantangan yang dihadapi KPU dalam penyelenggaraan pemilihan umum maupun pemilihan serentak kepala daerah. "Politik identitas masih cenderung digunakan oleh oknum dan kelompok tertentu dalam kontestasi pada momentum pemilu dan pemilihan," ujarnya. Baca juga: Desain Karya Mahasiswi Universitas Pradita Berhasil Jadi Maskot Resmi Pemilu 2024
Kelompok atau pihak yang menggunakan politik identitas, kata dia, cenderung memanfaatkan manusia secara politis karena persamaan identitas yang mencakup ras, etnis, dan gender, atau agama tertentu.
"Politik identitas merupakan pemanfaatan manusia secara politis yang mengutamakan kepentingan sebuah kelompok," jelas anggota KPU Sulteng Bidang Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Sahran Raden, di Palu, Kamis (8/12/2022).
Menurutnya, politik identitas menjadi satu tantangan yang dihadapi KPU dalam penyelenggaraan pemilihan umum maupun pemilihan serentak kepala daerah. "Politik identitas masih cenderung digunakan oleh oknum dan kelompok tertentu dalam kontestasi pada momentum pemilu dan pemilihan," ujarnya. Baca juga: Desain Karya Mahasiswi Universitas Pradita Berhasil Jadi Maskot Resmi Pemilu 2024
Kelompok atau pihak yang menggunakan politik identitas, kata dia, cenderung memanfaatkan manusia secara politis karena persamaan identitas yang mencakup ras, etnis, dan gender, atau agama tertentu.
Lihat Juga :