Aplikasi CLON, Solusi Bagi Penyandang Difabel di Tengah Pandemi COVID-19
Kamis, 09 Juli 2020 - 16:34 WIB
loading...
Para mahasiswa Departemen Teknik Infrastruktur Sipil dan Departemen Sistem Informasi ITS berhasil menyabet Gold Medal pada tema Invention Contest for the Benefit of Humanity Against COVID-19.(Foto/Ist)
A
A
A
SURABAYA - Para mahasiswa Departemen Teknik Infrastruktur Sipil dan Departemen Sistem Informasi ITS berhasil menyabet Gold Medal pada tema Invention Contest for the Benefit of Humanity Against COVID-19.
Aplikasi berupa CLON (Claster of Education) membawa Hafizh Muhammad Rozaan, Rifqi Nadhif Arrafid, Galih Syifa’ul Ummah, Cahyo Aji Roliono, dan Yohanes Jose Ariawan menjadi jawara.
CLON merupakan aplikasi e-learning yang dibuat untuk para penderita Autism Spectrum Disorder (ASD). Terobosan baru ini dibuat berdasarkan keresahan akan pembelajaran online yang dilaksanakan di Indonesia sebagai akibat dari pandemi COVID-19. (BACA JUGA: Kemenparekraf Serahkan 14.100 Paket Bantuan Tahap Dua untuk Pelaku Pariwisata di Jatim)
Ketua Tim CLON, Hafizh Muhammad Rozaan menuturkan, masih belum adanya media pembelajaran online yang disediakan untuk siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam mengikuti pembelajaran online di masa pandemi seperti sekarang.
“Media pembelajaran yang ada sekarang hanya bisa diakses oleh siswa atau mahasiswa normal, sedangkan teman-teman kita yang berkebutuhan khusus tidak memiliki kemampuan untuk mengaksesnya,” kata Hafizh, Kamis (9/7/2020).
Aplikasi berupa CLON (Claster of Education) membawa Hafizh Muhammad Rozaan, Rifqi Nadhif Arrafid, Galih Syifa’ul Ummah, Cahyo Aji Roliono, dan Yohanes Jose Ariawan menjadi jawara.
CLON merupakan aplikasi e-learning yang dibuat untuk para penderita Autism Spectrum Disorder (ASD). Terobosan baru ini dibuat berdasarkan keresahan akan pembelajaran online yang dilaksanakan di Indonesia sebagai akibat dari pandemi COVID-19. (BACA JUGA: Kemenparekraf Serahkan 14.100 Paket Bantuan Tahap Dua untuk Pelaku Pariwisata di Jatim)
Ketua Tim CLON, Hafizh Muhammad Rozaan menuturkan, masih belum adanya media pembelajaran online yang disediakan untuk siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam mengikuti pembelajaran online di masa pandemi seperti sekarang.
“Media pembelajaran yang ada sekarang hanya bisa diakses oleh siswa atau mahasiswa normal, sedangkan teman-teman kita yang berkebutuhan khusus tidak memiliki kemampuan untuk mengaksesnya,” kata Hafizh, Kamis (9/7/2020).
Lihat Juga :