Prabu Jayabaya, Raja Kediri Jago Ramal dan Bebaskan Rakyat dari Pajak

Sabtu, 26 November 2022 - 07:15 WIB
loading...
Prabu Jayabaya, Raja Kediri Jago Ramal dan Bebaskan Rakyat dari Pajak
Prabu Jayabaya merupakan Raja Kediri periode 1135-1159 Masehi
A A A
Prabu Jayabaya merupakan Raja Kediri periode 1135-1159 Masehi. Prbu Jayabaya berhasil membawa Kerajaan Kediri mencapai kejayaannya. Dia terkenal bijaksana dan menghormati rakyatnya. Keamanan dan sistem masyarakat di Kediri berjalan teratur.

Dalam Kitab Lubdaka dikisahkan kondisi sosial ekonomi masyarakat Kediri di masa , tinggi rendahnya martabat seseorang bukan berdasarkan pangkat dan harta benda saja, tetapi juga berdasarkan moral dan tingkah lakunya.

Kesejahteraan masyarakat Kediri terlihat dari warganya yang saat itu tiap keluarga pengantin perempuan menerima mas kawin berupa emas, sebagaimana dikisahkan buku "Sandyakala di Timur Jawa 1042-1527 Masehi" karangan Prasetya Ramadhan.

Prabu Jayabaya sebagai raja sangat menghormati dan menghargai hak-hak rakyatnya. Rakyat bisa leluasa menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Kisah Prabu Brawijaya Perintahkan Bunuh Anaknya demi Sembuhkan Penyakit

Dia dikisahkan juga sangat menghormati hak-hak rakyatnya dengan membebaskan rakyat Desa Talan dari pajak karena telah mengabdi untuk kepentingan Kediri. Kisah ini terukir juga di Prasasti Talan.

Pada Prasasti Ngantang juga dituliskan raja memberikan hadiah berupa tanah yang pajaknya dibebaskan oleh Prabu Jayabaya. Prasasti ini ditujukan untuk rakyat Desa Ngantang yang telah mengabdi untuk kemajuan Kediri.

Di tangan Prabu Jayabaya, Kediri berkembang menjadi sebuah kerajaan agraris dan maritim. Sebagian masyarakat yang hidup di pedalaman menggantungkan hidupnya dari bertani.

Hasil dari bertani warga Kediri sangat subur. Hasil pertanian yang melimpah ini membuat masyarakat Kediri hidup makmur.

Sementara masyarakat Kediri yang ada di pesisir hidupnya bergantung pada perdagangan dan nelayan. Pada masa Kediri, perdagangan dan pelayaran sudah maju pesat. Para pedagang dari Kediri sudah melakukan hubungan dagang dengan Kerajaan Maluku dan Sriwijaya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1903 seconds (11.252#12.26)