Memilukan! Bocah SD Tewas Disiksa Ibu Kandung, Dipukuli sejak Usia 4 Tahun

Kamis, 24 November 2022 - 20:36 WIB
loading...
Memilukan! Bocah SD Tewas Disiksa Ibu Kandung, Dipukuli sejak Usia 4 Tahun
Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkap U yang menyiksa anak kandungnya hingga tewas. Penganiayaan dilakukan bersama teman tersangka berinsial LB. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
A A A
SURABAYA - Memilukan! Penyiksaan oleh seorang ibu kandung yang telah berlangsung selama empat tahun menyebabkan sang anak tewas. Korban bocah berusia delapan tahun itu masih duduk di bangku kelas 3 SD.

Korban tewas dianiaya oleh ibu kandung bersama dengan seorang perempuan lain. Penganiayaan sadis itu berlangsung di kediaman kedua tersangka, kawasan Bulak Banteng, Surabaya.

Baca juga: Kurang Setoran Ngamen, Ibu Muda di Palembang Tega Siksa Anak Kandung

Kedua tersangka, U (32) ibu kandung tersangka dan LB (18) warga Surabaya kini sudah ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Keduanya diduga tega memukuli korban dengan menggunakan sapu yang mengenai kepala dan punggung korban sampai luka lebam.

"Penganiayaan itu mengakibatkan luka pada pelipis atas mata kanan dan kirinya. "Kedua tersangka juga menganiaya korban menggunakan benda menyerupai gitar," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Arief Rizky Wicaksana, Kamis (24/11/2022).



Arief menjelaskan, korban kemudian dilarikan ke RSUD dr Soewandhie hingga akhirnya meninggal dunia.

"Dari keterangan tersangka, penganiayaan dilakukan hanya gara-gara korban disuruh mengambil panci. Saat itu korban menangis dan membuat tersangka kesal dan korban dipukul," ujarnya

Baca juga: Ibu Tiri Kejam Siksa 2 Bocah hingga Lumpuh dan Tulang Geser

Lebih jauh Arief mengungkapkan, korban sudah dianiaya berulang kali. Bahkan, penganiayaan itu berlangsung sejak korban berusia 4 tahun. Selain dianiaya, korban juga pernah disuruh untuk mengamen.

"Faktor lain, karena tersangka emosi sama keluarga dibilang anak haram. Suami tersangka sudah meninggal," katanya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1610 seconds (10.177#12.26)