Cegah COVID-19, Peneliti UGM Kembangkan Alat Tambahan Pemutar Gagang Pintu
Rabu, 08 Juli 2020 - 15:12 WIB
loading...
Alat tambahan untuk membuka dan menutup pintu yang dikembangkan tim peneliti CIMEDs UGM. Foto/Humas UGM
A
A
A
YOGYAKARTA - Tim peneliti Centre for Innovation of Medical Equipments and Devices (CIMEDs) Fakultas Teknik (FT) UGM mengembangkan alat tambahan untuk pemutar gagang pintu tanpa harus memodifikasinya
Dengan alat ini, saat membuka dan menutup pintu tidak dengan telapak tangan. Namun bisa dengan lengan, siku lengan dan telapak kaki. Sehingga dapat mencegah penyebaran bakteri dan virus, termasuk COVID-19 dari telapan tangan.
Ketua tim peneltii CIMEDs FT UGM, Suyitno mengatakan pengembangan alat ini karana selama ini untuk membuka dan menutup pintu dengan mendorong atau memutar gagangnya memakai telapan tangan
(Baca juga: Aktivitas Merapi Meningkat, Evakuasi Pengungsi Disiapkan )
Mendorong atau memutar gagang pintu dengan menggunakan telapak tangan, memungkinkan menjadi media penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus sehingga bisa menjadi penyaluran racun. Yaitu melalui benda-benda yang dipegang dan dipakai orang lain.
Maka cara paling sederhana untuk menghindari penyaluran bakteri, virus dan racun melalui media gagang pintu adalah dengan mencuci tangan sebelum membuka pintu. Namun, gagang pintu yang dipakai pada fasilitas umum tidak selamanya bisa dikontrol pemakainya dengan mencuci tangan.
Utuk mengatasi masalah tersebut maka mengembangkan alat tambahan pada gagang pintu yang menjadikan gagang pintu bisa dibuka dan ditutup dengan lengan, siku lengan dan telapak kaki.
Dengan alat ini, saat membuka dan menutup pintu tidak dengan telapak tangan. Namun bisa dengan lengan, siku lengan dan telapak kaki. Sehingga dapat mencegah penyebaran bakteri dan virus, termasuk COVID-19 dari telapan tangan.
Ketua tim peneltii CIMEDs FT UGM, Suyitno mengatakan pengembangan alat ini karana selama ini untuk membuka dan menutup pintu dengan mendorong atau memutar gagangnya memakai telapan tangan
(Baca juga: Aktivitas Merapi Meningkat, Evakuasi Pengungsi Disiapkan )
Mendorong atau memutar gagang pintu dengan menggunakan telapak tangan, memungkinkan menjadi media penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus sehingga bisa menjadi penyaluran racun. Yaitu melalui benda-benda yang dipegang dan dipakai orang lain.
Maka cara paling sederhana untuk menghindari penyaluran bakteri, virus dan racun melalui media gagang pintu adalah dengan mencuci tangan sebelum membuka pintu. Namun, gagang pintu yang dipakai pada fasilitas umum tidak selamanya bisa dikontrol pemakainya dengan mencuci tangan.
Utuk mengatasi masalah tersebut maka mengembangkan alat tambahan pada gagang pintu yang menjadikan gagang pintu bisa dibuka dan ditutup dengan lengan, siku lengan dan telapak kaki.
Lihat Juga :