Seragam Sekolah Tersapu Banjir, Puluhan Siswa di Lampung Selatan Terpaksa Pakai Baju Biasa
Jum'at, 11 November 2022 - 03:05 WIB
loading...
Puluhan siswa MI di Kecamatan Candi Puro, terpaksa bersekolah dengan mengenakan baju harian karena seragam mereka hilang dan rusak akibat diterjang banjir. Foto: iNewsTV/Heri Fulistiawan
A
A
A
LAMPUNG SELATAN - Banjir yang menerjang Lampung Selatan masih menyisahkan duka bagi warga setempat, tidak hanya rumah dan harta benda yang hilang, puluhan siswa juga terpaksa memakai baju biasa ke sekolah karena seragamnya ikut tersapu banjir.
Puluhan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Candi Puro, terpaksa bersekolah dengan mengenakan baju harian karena seragam mereka hilang dan rusak akibat banjir, kondisi ini membuat belajar siswa menjadi tidak nyaman.
Baca juga: Mensos Risma Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Lampung Selatan
Sebanyak 38 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathla'ul Anwar, Desa Banyu Mas, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan tak mengenakan seragam. Sudah sepekan lebih anak-anak terpaksa memakai baju harian atau baju bermain.
Di hari pertama pascabanjir, anak-anak juga tak dapat belajar dengan maksimal, sebab tidak mempunyai peralatan dan perlengkapan sekolah, seperti tas, buku, dan alat tulis. Bahkan sampai saat ini, sebagian siswa tak mengenakan alas kaki karena sepatu mereka hilang tersapu banjir yang terjadi, Kamis (27/10/2022) lalu.
Dewan guru telah berupaya memenuhi kebutuhan siswa dengan dana kas sekolah, namun sayang anggaran yang dimiliki hanya mampu mencukupi peralatan saja.
Puluhan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Candi Puro, terpaksa bersekolah dengan mengenakan baju harian karena seragam mereka hilang dan rusak akibat banjir, kondisi ini membuat belajar siswa menjadi tidak nyaman.
Baca juga: Mensos Risma Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Lampung Selatan
Sebanyak 38 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathla'ul Anwar, Desa Banyu Mas, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan tak mengenakan seragam. Sudah sepekan lebih anak-anak terpaksa memakai baju harian atau baju bermain.
Di hari pertama pascabanjir, anak-anak juga tak dapat belajar dengan maksimal, sebab tidak mempunyai peralatan dan perlengkapan sekolah, seperti tas, buku, dan alat tulis. Bahkan sampai saat ini, sebagian siswa tak mengenakan alas kaki karena sepatu mereka hilang tersapu banjir yang terjadi, Kamis (27/10/2022) lalu.
Dewan guru telah berupaya memenuhi kebutuhan siswa dengan dana kas sekolah, namun sayang anggaran yang dimiliki hanya mampu mencukupi peralatan saja.
Lihat Juga :