Aremania Desak Korban Luka Tragedi Kanjuruhan Divisum

Rabu, 09 November 2022 - 17:15 WIB
loading...
Aremania Desak Korban...
Aremania meminta penyidik untuk melakukan visum terhadap korban luka Tragedi Kanjuruhan, Malang. Foto/MPI/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Suporter Arema FC yang tergabung dalam Aremania meminta penyidik untuk melakukan visum terhadap korban luka Tragedi Kanjuruhan, Malang.

Aremania telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dari korban terkait rekam medis, rontgen, CT scan, foto-foto, dan video luka yang dialami korban.

Baca juga: Horor Pintu 13 Stadion Kanjuruhan Malang, Aremania: Seperti Kuburan Massal!

Hal itu penting untuk mengumpulkan bukti-bukti otentik sebelum bekas luka itu akhirnya sembuh dan hilang. Aremania mendesak agar penyidik segera merekomendasikan untuk visum terhadap para korban luka.

"Kita harus segera (mendesak penyidik melakukan visum) bekas luka hilang, sejauh ini yang sudah bergabung adalah kalau untuk mata merah memang sudah berkurang jauh dari yang awal dulu. Kalau yang lain kebetulan masih ada, misalkan sakit sesak napas, sakit dada masih sampai sekarang masih ada, hasil rontgennya juga ada, yang mungkin patah tulang juga ada, nanti kita masuk lewat situ juga," kata pendamping hukum Tim Gabungan Aremania (TGA), Anjar Nawan Yusky, Rabu (9/11/2022).



Anjar juga meminta agar negara tidak membebankan pemeriksaan visum kepada para korban. Sebab secara peraturan perundang-undangan hal itu memang kewajiban negara untuk pembuktian di persidangan.

"Karena untuk kepentingan pembuktian pidana penyelidikan jadi negara yang membiayai. Mereka semua pengobatannya juga yang menanggung negara, tapi hanya untuk pengobatan bukan untuk kepentingan pembuktian di persidangan," tandasnya.

Baca juga: Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Kawal Pemeriksaan Sampel Autopsi

Sebanyak 60 korban Tragedi Kanjuruhan yang bakal lapor mengajukan diri meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Para korban luka dan keluarga korban meninggal ini merasa perlu untuk mengajukan perlindungan mengantisipasi adanya ancaman dan tekanan dari pihak luar.

Dia menyatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan LPSK dan mengajukan perlindungan ke 60 korban dari tragedi Kanjuruhan. Perlindungan ini penting untuk mengantisipasi adanya ancaman dan tekanan, sebelum melaporkan ke pihak penegak hukum.

Apalagi berkaca dari kasus keluarga korban yang mengajukan autopsi, ada upaya-upaya mempengaruhi keluarga untuk tidak melakukan langkah hukum. Sehingga pengajuan perlindungan ke LPSK dirasa perlu berkaca pada tindakan yang dialami Devi Athok Yulfitri.

"Belajar dari situ kami mengantisipasi kalau gitu keluarga-keluarga korban yang punya niatan untuk menuntut atau mencari keadilan harus diajukan perlindungan, supaya tidak terjadi hal-hal serupa," ucap Anjar.

Diketahui babak baru Tragedi Kanjuruhan muncul setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur memutuskan mengembalikan berkas perkara dari penyidik Polda Jawa Timur. Kejati menilai berkas yang disampaikan belum lengkap dan dinyatakan P-18, sehingga harus dikembalikan atau P-19.

Proses autopsi pun telah dilakukan sebagaimana rekomendasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

Autopsi dilakukan terhadap kedua korban yakni Natasya Debi Ramadhani (16) dan Naila Debi Anggraini (14), yang merupakan kakak beradik pada Sabtu (5/11/2022) lalu.

Keduanya warga RT 1 RW Demangjaya, Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, yang dimakamkan di TPU Dusun Patuk Baran, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Sejauh ini ada 135 korban meninggal dunia, sedangkan 660 orang terkonfirmasi luka-luka dengan rincian 24 orang, luka sedang 50 orang, luka ringan 586 orang.

Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar Stadion Kanjuruhan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sepekan Berlalu Pelempar...
Sepekan Berlalu Pelempar Batu ke Bus Persik Belum Terungkap, Apa Kendalanya?
Rekaman CCTV dan Video...
Rekaman CCTV dan Video Jadi Kunci Penangkapan Pelaku Pelemparan Batu ke Bus Persik
Bea Cukai Buka Suara...
Bea Cukai Buka Suara usai Manajer Arema FC Jadi Tersangka Kasus Rokok Ilegal
Diperiksa Soal Ijazah...
Diperiksa Soal Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo Ditanya Mengenai Riwayat Hidup
7 Fakta Kasus Pelemparan...
7 Fakta Kasus Pelemparan Batu ke Bus Persik di Stadion Kanjuruhan, Nomor 5 Mencekam
Polisi Buru Oknum Suporter...
Polisi Buru Oknum Suporter Arema FC Pelempar Batu ke Bus Persik
Asisten Pelatih Arema...
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia
Ammar Zoni Tuduh Saksi...
Ammar Zoni Tuduh Saksi Penyidik Berbohong, Gantungkan Harapan pada Bukti CCTV
Kemenhut Sebut Kehadiran...
Kemenhut Sebut Kehadiran Penyidik Kejagung untuk Mencocokkan Data Perubahan Fungsi Kawasan Hutan
Rekomendasi
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
5 Fakta Menarik Lionel...
5 Fakta Menarik Lionel Messi Meledak di Laga Pembuka Argentina di Piala Dunia 2026
Tom Holland Akhirnya...
Tom Holland Akhirnya Buka Suara, Akui Sudah Menikah dengan Zendaya
Berita Terkini
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Infografis
Lawan AS, Desak Eropa...
Lawan AS, Desak Eropa Ganti Jet Tempur Siluman F-35 dengan Rafale
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved